MEXICO CITY, iNews.id – Aksi protes di luar Kedutaan Besar Israel di ibu kota Meksiko, Mexico City, berubah menjadi bentrokan sengit antara massa demonstran dengan polisi. Akibatnya, enam orang menderita luka bakar dan beberapa jurnalis juga ikut terluka.
Stasiun televisi Meksiko, Telediario melaporkan, sekitar 80 orang berkumpul di luar Kedutaan Besar Israel pada Selasa (28/5/2024) malam waktu setempat. Mereka berusaha menerobos barisan polisi dan mendobrak penghalang.
Presiden Iran Perintahkan Timnya Buka Pembicaraan Baru dengan AS
Petugas penjaga kedutaan, didukung oleh aparat kepolisian kota setempat, menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akan tetapi, mereka malah dilempari batu dan bom molotov.
Demonstrasi dan insiden bentrokan itu berlangsung sekitar dua jam dan berakhir tanpa penahanan. Aksi unjuk rasa tersebut dilaporkan melibatkan sebagian besar perempuan. “Beberapa jurnalis yang meliput peristiwa itu terluka dalam bentrokan tersebut,” ungkap Telediario.
Tak Punya Hati! Capres Gagal AS Nikki Haley Tulis Pesan ‘Habisi Mereka’ di Amunisi Israel
Dengan mengutip aparat berwenang, media itu melaporkan bahwa empat polisi dan dua perempuan menderita luka-luka. Sebagian besar mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh. Saat ini, para korban luka sudah mendapatkan perawatan dokter.
Aksi protes tersebut dipicu oleh serangan Israel baru-baru ini terhadap kamp pengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan.
Israel Bantai Lagi 37 Warga Palestina di Kamp Tal Al-Sultan Rafah, Pengungsi: Malam yang Mengerikan!
Pada Minggu (26/5/2024) lalu, Israel menyerang kamp pengungsi di timur laut Rafah. Dinas Pertahanan Sipil Palestina mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan itu.
Pada Senin dan Selasa, Israel kembali membunuh sedikitnya 37 pengungsi Palestina di kamp pengungsi Tal al-Sultan di pinggiran Rafah.
Israel Disebut Bunuh 200 Orang di Tenda Pengungsi Rafah, Banyak yang Terbakar Hidup-Hidup
Israel mengirim pasukan ke Rafah pada 7 Mei, menandai dimulainya operasi darat di kota selatan Gaza itu. Netanyahu telah bersumpah untuk terus menggempur Rafah, dengan dalih pasukan Israel harus memasuki kota itu demi melenyapkan Hamas dan mengembalikan para tawanan yang disandera para pejuang Palestina sejak 7 Oktober lalu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku