Kedubesnya Dikepung Intelijen, Meksiko Laporkan Bolivia ke Pengadilan Internasional

Anton Suhartono ยท Jumat, 27 Desember 2019 - 11:06 WIB
Kedubesnya Dikepung Intelijen, Meksiko Laporkan Bolivia ke Pengadilan Internasional

Kedubes Meksiko di La Paz, Bolivia (Foto: AFP)

MEXICO CITY, iNews.id - Meksiko melaporkan Bolivia ke Pengadilan Internasional atau International Court of Justice (ICJ) di Den Haag, Belanda, terkait pengepungan kediaman duta besarnya yang juga kantor kedubes di Ibu Kota La Paz oleh ratusan petugas intelijen dan polisi.

Tindakan Bolivia itu disebut sebagai pelecehan dan bentuk intimidasi terhadap misi diplomatik Meksiko serta melanggar Konvensi Wina Tahun 1961 tentang perlindungan terhadap misi diplomatik.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan, stafnya mengajukan laporan ke Pengadilan Internasional pada Kamis (26/12/2019) malam.

"Kami hanya mengusulkan agar integritas instalasi diplomatik kami, yang merupakan wilayah Meksiko, harus dihormati dan dijaga, berikut orang-orang di dalamnya," kata Ebrard, dikutip dari AFP, Jumat (27/12/2019).

Dia juga meminta bantuan komunitas internasional untuk menyelesaikan keadaan darurat ini.

Meksiko menampung sekitar 20 loyalis mantan presiden Bolivia Evo Morales di kedubes tersebut. Morales mengundurkan diri pada 10 November 2019 setelah unjuk rasa besar-besaran warganya yang mencurigai adanya kecurangan dalam pemilu.

Hubungan kedua negara tegang sejak Meksiko memberikan suaka kepada Morales. Dua hari setelah mengundurkan diri, Morales dijemput menggunakan pesawat militer Meksiko.

Tak hanya Morales, Meksiko juga akan memberi suaka kepada para loyalis Morales.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mendesak Bolivia untuk menghormati negaranya dalam memberikan hak suaka.

"Mari kita berharap mereka memikirkan semuanya dan menghormati hak suaka," kata Lopez Obrador.

Dubes Meksiko untuk Amerika Latin Maximiliano Reyes menyerukan pertemuan di negara ketiga untuk menyelesaikan kebuntuan ini.

Sementara itu pemerintahan sementara Bolivia yang dipimpin Presiden Jeanine Anez membantah tuduhan soal pengepungan kedubes dan balik menuduh para pejabat Meksiko telah memutarbalikkan fakta.

Bolvia beralasan, Meksiko yang meminta agar keamanan di sekitar kedubesnya ditingkatkan hingga tiga kali lipat.

Menteri Luar Negeri Bolivia Karen Longaric menegaskan siap meladeni laporan Meksiko ke Pengadilan Internasional.

"Bolivia tidak melanggar Konvensi Wina," katanya.


Editor : Anton Suhartono