Kekayaan Mark Zuckerberg Anjlok Rp159 Triliun dalam Sehari usai Sempat Melonjak, Ini Penyebabnya
Menurut Goldman Sachs, pendapatan tahunan sekitar 1 triliun dolar AS dibutuhkan agar investasi tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang berarti. Kekhawatiran tersebut ikut membuat investor meninjau kembali tingginya valuasi perusahaan-perusahaan yang agresif menggelontorkan dana untuk AI.
Sebelum terkoreksi pada Jumat, saham Meta mencatat kinerja kuat sepanjang September. Saham perusahaan telah melonjak sekitar 36 persen pada bulan ini setelah peluncuran Muse, asisten AI personal yang bahkan sempat mengungguli ChatGPT di posisi teratas toko aplikasi Apple dan Google.
Namun, Goldman Sachs dalam catatannya pada Jumat kembali mengingatkan investor mengenai besarnya belanja infrastruktur AI yang dilakukan perusahaan teknologi raksasa. Selain Meta, Goldman juga menyoroti Microsoft, Alphabet, Amazon dan Oracle.
Muse sendiri telah mencatat sekitar 2,8 juta unduhan dalam dua pekan sejak diluncurkan, berdasarkan data Sensor Tower.
Sementara itu, Meta nyaris mencapai valuasi pasar 2 triliun dolar AS pada Kamis. Jika berhasil menembus level tersebut, Meta akan bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Microsoft, Nvidia dan Alphabet yang telah mencapai kapitalisasi pasar 2 triliun dolar AS.
Di tengah penurunan kekayaan Zuckerberg, Michael Dell justru mengalami kenaikan lebih dari 10 miliar dolar AS pada Jumat. Lonjakan tersebut membuat pendiri Dell Technologies itu melewati Zuckerberg dan Sergey Brin dalam daftar Forbes dan naik ke posisi keempat.
Editor: Aditya Pratama