Kelepasan, PM Belanda Mark Rutte Bersalaman padahal Melarang untuk Cegah Korona
AMSTERDAM, iNews.id - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte kelepasan berjabat tangan dengan pejabat pemerintah dalam konferensi pers pada Senin (9/3/2020) malam.
Padahal dia baru saja memberi tahu warganya untuk menghindari bersalaman demi mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Rutte langsung meminta maaf atas tindakannya itu.
"Kita tak diperbolehkan melakukannya lagi (berjabat tangan). Maaf, maaf," ujarnya, sambil tersenyum, dikutip dari AFP.
Rutte bersalaman dengan kepala pengendalian infeksi penyakit Jaap van Dissel di kantor pusat kesehatan masyarakat Belanda.
Turis Belanda Tenang Tak Ada Kasus Virus Korona di Bali
"Kami akan mengulanginya lagi," ujarnya, disusul bersalaman menggunakan siku dengan Dissel yang merupakan cara tradisional yang direkomendasikan untuk menghindari penularan virus.
Rutte lalu merangkul Dissel dan membawanya keluar tempat konferensi pers.
PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf atas Peran Negaranya dalam Pembantaian Yahudi
Dalam konferensi pers di kantor kesehatan masyarakat, dia membuat beberapa kebijakan baru untuk menghentikan penyebaran virus korona.
"Mulai sekarang, kita berhenti berjabatan tangan. Jadi Anda bisa saling menyapa dengan kaki, siku, atau apa pun yang Anda suka. Saya sudah melihat beberapa contoh bagus di sekolah," ujarnya.
Belanda sejauh ini telah melaporkan 382 kasus virus korona, empat di antaranya meninggal.
Editor: Anton Suhartono