Kelompok Bersenjata Serang Kuil Sikh-Hindu di Afghanistan, Beberapa Orang Dilaporkan Tewas

Anton Suhartono ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 16:27 WIB
Kelompok Bersenjata Serang Kuil Sikh-Hindu di Afghanistan, Beberapa Orang Dilaporkan Tewas

Kelompok bersenjata di Afghanistan menyerang kuil Sikh-Hindu di Kabul (Foto: AFP)

KABUL , iNews.id - Kelompok bersenjata menyerang kuil Sikh-Hindu di Kabul, Afghanistan, Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 07.45 waktu setempat.

Saat kejadian ada sekitar 150 orang berada di dalam kuil, termasuk beberapa anggota keluarga. Mereka berada di kuil untuk melaksanakan sembahyang pagi.

Sejauh ini belum diketahui kondisi semua korban, namun ada satu orang yang dilaporkan tewas dan belasan luka dibawa ke rumah sakit. Telepon seluler mereka mati, sehingga tak diketahui perkembangan di lokasi.

Sementara itu pasukan keamanan langsung mendatangi kuil dan berupaya negosiasi dengan para pelaku.

“Sekitar pukul 07.45, sejumlah penyerang mamasuki kuil Sikh-Hindu. Orang-orang terjebak di dalam bangunan dan (pasukan keamanan) berupaya menyelamatkan mereka,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, dikutip dari AFP.

Tidak lama setelah serangan itu kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab, seperti dilaporkan situs web pemantau aktivitas kelompok militan SITE.

Taliban, yang terikat kesepakatan pengurangan kekerasan di Afghanistan dengan Amerika Serikat, membantah terlibat dalam serangan.

Anggota parlemen dari perwakilan Sikh Kaur Hanaryar mengatakan, di dalam kuil ada beberapa anggota keluarga yang menetap.

"Beberapa orang di dalam kuil bersembunyi dan telepon mereka mati. Saya sangat cemas,” katanya

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Wahidullah Moyar mengatakan, sebanyak 15 korban luka dan seorang anak yang tewas dibawa ke rumah sakit.

Dia mengkhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah karena banyak orang yang kemungkinan disandera.

Selain itu, foto yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa korban tewas tergeletak di dalam kuil. Ada pula video kepanikan para pengunjung kuil yang  berlarian menyelamatkan diri.


Editor : Anton Suhartono