Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Advertisement . Scroll to see content

Kelompok Bersenjata Serbu Hotel Tempat Rapat Dewan Kepresidenan Libya

Sabtu, 08 Mei 2021 - 08:35:00 WIB
Kelompok Bersenjata Serbu Hotel Tempat Rapat Dewan Kepresidenan Libya
Bendera nasional Libya (ilustrasi). (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TRIPOLI, iNews.idKelompok bersenjata menyerbu sebuah hotel tempat Dewan Kepresidenan Libya menggelar rapat di Ibu Kota Tripoli, Jumat (7/5/2021). Kabar itu disampaikan juru bicara dewan itu dalam sebuah unggahan di media sosial.

Reuters melansir, Sabtu (8/5/2021), kelompok bersenjata itu sebelumnya pernah menyuarakan kemarahan kepada Menteri Luar Negeri Pemerintah Persatuan Nasional Libya, Najla el-Mangoush. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat akan adanya risiko yang berkelanjutan terhadap pemerintah di negara itu.

Gambar yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan, orang-orang bersenjata dan mengenakan seragam berdiri di pintu masuk Hotel Corinthia.  Akan tetapi, Juru Bicara Dewan Kepresidenan Libya, Najwa Wahiba mengatakan, tidak ada seorang pun dari anggota dewan itu berada di dalam gedung.

Dewan Kepresidenan Libya menjalankan fungsi sebagai kepala negara. Anggota dewan itu dipilih melalui proses yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Begitu pula, susunan Pemerintah Persatuan Nasional yang baru juga dipilih oleh PBB dan mulai menjabat pada Maret lalu, menggantikan pemerintahan saingan di timur dan barat.

Perdana Menteri Persatuan Nasional Libya, Abdelhamid Dbeibeh, berusaha dengan gencar untuk mendapatkan dukungan dari banyak faksi yang bersaing di negara itu. Dia membentuk kabinet besar yang mencakup sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang ideologi dan wilayah.

Namun, Dewan Kepresidenan dan Pemerintah Persatuan Nasional masih saja menghadapi kritik internal dan tantangan terhadap otoritas mereka sebagai penguasa yang baru.

Di Libya Timur, komandan militer Khalifa Haftar bersama pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) masih memegang kendali hampir setahun belakangan, setelah serangan yang mereka lancarkan selama 14 bulan untuk merebut ibu kota berujung kegagalan.

Sementara, di Tripoli, kelompok bersenjata didukung Turki yang mengusir kelompok Haftar dari ibu kota, masih menguasai jalan-jalan. Tentara asing bayaran tetap bercokol di kedua sisi garis depan yang dijaga ketat, meski ada seruan internasional terhadap pihak yang bertikai untuk menarik pasukan dari negara itu.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Mangoush mengulangi seruan agar semua kelompok milisi asing keluar dari Libya. Seruan itu disampaikan Mangoush sambil berdiri di samping Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, yang sedang berkunjung ke negara Afrika Utara itu.

Turki mengatakan, kehadiran militernya di Libya berbeda dengan pasukan asing lainnya karena diundang oleh pemerintah yang diakui PBB sebelumnya. Turki tidak akan mundur sampai tentara-tentara dari pihak lain juga melakukannya.

Sebelum hotel diserbu pada Jumat kemarin, sebuah wadah operasi kelompok bersenjata Tripoli mengungkapkan di media sosial bahwa mereka mengaku kecewa dengan pernyataan Mangoush itu. Mereka juga meminta Pemerintah Persatuan Nasional Libya untuk menolak Haftar secara resmi.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut