Keluarga Pilot Lion Air JT 610 di India Berharap Ada Keajaiban

Anton Suhartono ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:29 WIB
Keluarga Pilot Lion Air JT 610 di India Berharap Ada Keajaiban

Bhavye Suneja dan istri (Foto: Facebook)

NEW DELHI, iNews.id - Kediaman Bhavye Suneja, pilot Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin kemarin, dipenuhi para kerabat dan tetangga. Suneja merupakan pilot asal New Delhi, India, namun sejak dua tahun terakhir, dia memboyong istri serta dua anaknya ke Jakarta.

Tak banyak yang disampaikan keluarga Suneja, mereka hanya berharap pria 31 tahun itu ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kami berharap dan berdoa untuk sebuah keajaiban," kata seorang anggota keluarga, dikutip dari The Times of India, Selasa (30/10/2018).

Sementara itu para tetangga di Mayur Vihar, New Delhi, mengenang sosok Suneja sebagai pria ramah dan bersahabat.

"Saya bertemu Bhavye di Diwali tahun lalu. Dia memanfaatkan perayaan itu untuk mengunjungi keluarga. Lalu bersama keluarga, mereka mengunjungi para tetangga. Kami biasa memanggilnya dengan Pilot Sahib. Meskipun hanya pulang ke Delhi satu atau dua kali setiap tahun, dia selalu menyempatkan untuk bertemu dengan kami," kata Tapan Roy, tetangga Suneja.

Tetangga lainnya, Anil Gupta, menyebut Suneja sebagai sosok yang punya ambisi besar sejak kecil. Meskipun anak yang gemar belajar, dia tetap bergaul dengan lingkungan.

"Dia sangat bersahabat dan punya kemauan keras saat kecil. Semua orang bangga kepadanya saat dia menjadi pilot dan bahkan seorang kapten pilot. (Kecelakaan) ini tragedi bagi semua tetangganya," ujar Gupta.

Suneja sempat menyampaikan keinginan untuk pulang ke kampung halaman di New Delhi. Dia ingin bekerja di maskapai negaranya begitu selesai dengan Lion Air.

Seorang pejabat maskapai India yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, Suneja ingin bekerja untuk perusahaan lokal, menerbangkan Boeing 737.

"Kami membicarakan ini pada Juli lalu, dia orang yang sangat baik. Dengan pengalamannya menerbangkan Boeing 737 tanpa cacat insiden dan kecelakaan, kami ingin dia bersama kami karena kepercayaan. Keinginan satu-satunya adalah dia ingin ditempatkan di New Delhi, kota tempatnya berasal," kata pejabat itu, menceritakan kembali pembicaraannya dengan Suneja pada Juli lalu.

Selain itu, Suneja membutuhkan bantuan untuk mendapatkan lisesnsi ATPL India.

Berdasarkan data di Linkedin, Suneja mendapatkan lisensi terbang dari Bel Air International pada 2009. Pada September 2010, dia bergabung dengan maskapai Uni Emirat Arab, Emirates, sebagai trainee selama empat bulan. Lalu pada Maret 2011, Suneja bergabung dengan Lion Air. Dia sudah mengantongi pengalaman terbang selama lebih dari 6.000 jam.

Editor : Anton Suhartono