Kena Sakit Misterius di Kuba, Diplomat Kanada Tuntut Pemerintah

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 11:20:00 WIB
Kena Sakit Misterius di Kuba, Diplomat Kanada Tuntut Pemerintah
Kedutaan Besar Kanada di Havana, Kuba. (Foto: Reuters)

HAVANA, iNews.id - Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) mengalami pusing dan migren sehingga harus ditarik dari Havana, Kuba, sejak tahun lalu. Kanada juga menarik para diplomatnya dari Kuba yang terserang penyakit misterius Januari lalu.

"Istri saya, dia sama sekali berubah," kata seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya, kepada media Kanada, CBC, Jumat (8/2/2019).

"Dia kehilangan ingatan, pusing, dan pendengarannya terganggu. Saat mengangkat telepon untuk menghubungi seseorang, dia kemudian tidak ingat alasannya, atau dia memasuki ruangan tanpa alasan yang jelas," ujar diplomat itu.

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui, namun Kanada menolak pemikiran adanya "serangan sonik" terhadap kedutaan besarnya.

Menurut CBC, staf kedubes Kanada mulai merasakan gejala "sindrom Havana" sejak musim semi 2017.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, berulang kali menyangkal negaranya terlibat dalam wabah ini. Dia mengatakan pernyataan AS adalah sebuah "rekayasa politik" untuk merusak hubungan kedua negara.

Para diplomat pun mengajukan tuntutan terhadap Pemerintah Kanada senilai 28 juta dolar Kanada atau Rp294 miliar.

Kelompok yang terdiri dari 14 orang termasuk anggota keluarga diplomat itu mengatakan, Pemerintah Kanada terlambat memperingatkan, mengungsikan, dan merawat mereka. Kanada dipandang mengabaikan staf di Havana terkait keseriusan penyakit misterius ini.

"Selama krisis terjadi, Kanada meremehkan keseriusan keadaan, menyembunyikan informasi kesehatan dan keamanan, serta memberikan informasi salah, menyesatkan dan tidak lengkap kepada staf diplomatik," demikian dilaporkan para diplomat.

Pada sebuah konferensi pers di Washington, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan tuntutan tersebut.

"Saya tidak akan membicarakan rinciannya, tetapi saya ingin mengulangi bahwa saya sudah bertemu sebagian dari diplomat ini dan mengatakan kepada mereka bahwa kesehatan dan keamanan mereka perlu menjadi prioritas kami."

Sejumlah keluarga sudah pindah dari Havana, namun hingga April 2018, Kanada masih menempatkan staf baru ke Kuba padahal AS sudah menyampaikan peringatan karena mereka juga mengalami keluhan yang sama.

AS menarik sebagian besar warga yang tidak terlalu diperlukan dari Kuba pada September 2017 dan mengatakan 21 staf kedubes merasakan gejalanya. Bulan lalu, Kanada menyatakan akan memotong jumlah staf kedutaan menjadi setengahnya.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda