Kepolisian Selandia Baru Perbolehkan Petugas Perempuan Pakai Hijab Saat Bertugas
AUCKLAND, iNews.id - Kepolisian Selandia Baru resmi memperbolehkan hijab dalam seragam resmi untuk pertama kalinya. Ini merupakan upaya kepolisian untuk lebih inklusif serta membuka kesempatan bagi perempuan Muslim bergabung.
Zeena Ali akan menjadi petugas polisi Selandia Baru pertama yang mengenakan hijab. Dari laporan media setempat, Zeena sempat diundang oleh kepolisian Selandia Baru dalam proses pengembangan seragam khusus polisi perempuan Muslim.
"Menjadi polisi berhijab berarti besar bagi perempuan, yang mungkin sebelumnya tidak pernah mempertimbangkan untuk menjadi polisi, sekarang bisa melakukannya," ujar Zeena dikutip dari New Zealand Herald, Kamis (19/11/2020).
"Ini luar biasa, bagaimana polisi memasukkan agama dan budaya saya," lanjutnya.
Selandia Baru Batal Legalkan Ganja
New Zealand police added a hijab to its uniform.
— AJ+ (@ajplus) November 18, 2020
Zeena Ali is the first officer to wear it, and helped design it. She says she began training as a constable in the wake of the Christchurch mosque attacks. pic.twitter.com/gV8J1juMfY
Inklusivitas kepolisian Selandia Baru
PM Selandia Baru Jacinda Ardern Tunjuk Wakil PM Gay dan Menlu Bertato
Dia mengaku terinspirasi masuk ke kepolisian setelah serangan teror di Masjid Christchurch yang menewaskan puluhan orang pada 2019.
"Desain seragam khusus ini bertujuan untuk menciptakan inklusivitas pelayanan yang merefleksikan beragam komunitas di negara ini," ujar seorang juru bicara kepolisian Selandia Baru.

Rekrutan baru Kepolisian Selandia Baru berasal dari latar balakang beragam, dengan 50 persen perempuan dan lebih dari setengahnya berasal dari etnis Selandia baru non-Eropa.
"Kami membutuhkan orang-orang dengan rentang kemampuan, latar belakang, serta level pengalaman. Keberagaman adalah penting, sehingga kami dapat secara efektif melayani kebutuhan masyarakat Selandia Baru sekarang dan masa mendatang," demikian pernyataan Kepolisian Selandia Baru.
Editor: Arif Budiwinarto