Keputusan Saudi Tetap Laksanakan Haji dengan Jemaah Terbatas Dipuji Ulama

Anton Suhartono ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 08:59:00 WIB
Keputusan Saudi Tetap Laksanakan Haji dengan Jemaah Terbatas Dipuji Ulama
Arab Saudi tetap melaksanakan haji tahun ini di tengah pandemi virus corona (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Keputusan Arab Saudi untuk tetap melaksanakan ibadah haji tahun ini di tengah pandemi virus corona dengan jumlah jemaah terbatas dipuji ulama serta organisasi Islam dunia.

Organisasi Islam tertinggi Arab Saudi, Dewan Cendekiawan Senior, seperti dikutip dari Saudi Press Agency, Selasa (23/6/2020), mendukung keputusan pemerintah tersebut karena bertujuan menyelamatkan umat dari potensi paparan virus corona. Di sisi lain, pelaksanaan rukum Islam ke-5 tetap berjalan.

Setjen dewan berterima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman serta Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman serta pemerintah atas kerja keras mereka.

Sheikh Ahmed Al Tayyeb, imam besar Al Azhar, otoritas pendidikan tertinggi, juga mendukung langkah tersebut.

Tayyeb menyebut keputusan itu sebagai langkah bijak yang sesuai syariah. Di satu sisi, Saudi mempertimbangkan kelanjutan pelaksanaan haji sambil memprioritaskan kesehatan para jemaah.

Memprioritaskan kesehatan, kata dia, merupakan bagian terpenting dari hukum Islam. Langkah ini mencerminkan kesadaran yang tinggi dari kepemimpinan Saudi terkait wabah virus corona, apalagi penyebarannya sangat cepat.

Liga Muslim Dunia juga mengeluarkan pernyataan serupa atas nama para ulama di bawah payung Dewan Tertinggi Liga, Dewan Yurisprudensi Islam, dan Dewan Tertinggi Masjid Dunia.

Mereka mendukung langkah-langkah pencegahan yang diambil pemerintah Saudi terkait pelaksanaan haji.

Sekjen Liga Muslim Dunia yang juga Ketua Asosiasi Cendekiawan Muslim Sheikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengatakan, keadaan darurat virus corona merupakan kasus luar biasa yang harus ditangani dengan sangat hati-hati, termasu dalam tinjauan syariah.

Liga juga telah menghubungi sejumlah mufti senior dan cendekiawan dari dunia Islam segera setelah keputusan tersebut dikeluarkan.

Dalam responsnya, para cendekiawan menegaskan perlunya kebijaksanaan sebagai tindakan pencegahan mengingat pandem ini mengandung risiko besar.


Editor : Anton Suhartono