Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir
Diketahui banyak korban tertimbun longsor atau hanyut dibawa banjir di pos perbatasan tersebut.
Dalam rekaman video yang dirilis stasiun televisi CCTV, tim SAR menggunakan ekskavator, alat pendeteksi kehidupan, dan anjing pelacak, dikerahkan.
Namun operasi harus dihentikan sesekali karena hujan yang terus menerus tuturn serta medan yang sulit. Tim harus bekerja di ngarai pegunungan yang sempit, terjepit di antara tebing yang tidak stabil serta sungai deras.
Di saat bersamaan, pihak berwenang memantau danau-danau di hulu yang debit airnya kembali naik pasca-banjir bandang. Danau-danau itu berpotensi jebol kembali, memicu banjir dahsyat. Selain itu, tim juga mengkhawatirkan longsor.
Sementara itu di Nepal, harapan untuk menemukan korban hilang dalam keadaan hidup sangat tipis.
Sejauh ini 1.114 orang tewas di Nepal saja dan hampir 4.000 orang hilang.
Sementara di China, korban tewas 16 orang dan 546 lainnya hilang. Jumlah tersebut termasuk warga asing, yakni 104 warga India, 49 Nepal, serta 33 warga Latvia yang diyakini sebagai bagian dari dua kelompok turis.
Editor: Anton Suhartono