JAKARTA, iNews.id - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Iran baru saja merilis bukti citra satelit yang menunjukkan kehancuran total di salah satu pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait. Serangan tersebut diklaim sebagai aksi balasan dari pihak Teheran.
Berdasarkan foto satelit yang beredar, kerusakan parah terjadi pada Pangkalan Udara Ali Al Salem. Fasilitas vital milik militer AS tersebut dilaporkan luluh lantak, termasuk kehancuran total pada sistem radar pengawasan udara taktis canggih jenis ASR 1000L.
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Di tengah situasi yang meruncing ini, sebuah langkah mengejutkan diambil oleh Washington. Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan setuju untuk mencairkan aset milik Iran yang selama ini dibekukan. Nilainya fantastis, mencapai 24 miliar dolar AS atau setara dengan Rp390 triliun (kurs Rp16.250/dolar AS).
Pencairan dana jumbo ini disebut-sebut menjadi salah satu poin krusial yang diajukan oleh Iran dalam klausul kesepakatan damai kedua belah pihak.
Ratusan Kepala Sekolah SMA-SMK di Sulsel Mendadak Ajukan Pengunduran Diri, Ada Apa?
Dilansir dari media Middle East Monitor, Senin (15/6/2026), Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memberikan lampu hijau terkait pencairan aset Iran tersebut. Langkah ini diduga diambil sebagai upaya meredam eskalasi konflik yang makin tak terkendali di kawasan tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi yang disampaikan secara eksplisit oleh Donald Trump maupun Gedung Putih terkait kesepakatan dana Rp390 triliun tersebut. Di sisi lain, pihak Pentagon juga belum memberikan komentar detail mengenai skala kerusakan di Pangkalan Udara Ali Al Salem akibat hantaman rudal Iran.
Pengakuan Jujur Sabar/Reza usai Gagal Juara Australian Open 2026
Editor: Dani M Dahwilani