Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka
Advertisement . Scroll to see content

Kerusuhan Warnai Peringatan Asyura Komunitas Syiah di Irak, 30 Orang Tewas

Rabu, 11 September 2019 - 10:55:00 WIB
Kerusuhan Warnai Peringatan Asyura Komunitas Syiah di Irak, 30 Orang Tewas
Perayaan Asyura di Karbala berlangsung rusuh (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KARBALA, iNews.id - Lebih dari 30 peziarah acara peringatan 10 Muharram atau Asyuro di situs suci Syiah, Karbala, Irak, Selasa (10/9/2019), tewas akibat berdesak-desakan.

Situs suci itu merupakan pusat perayaan Asyura, peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein, bagi komunitas Syiah dari seluruh dunia.

Dari jumlah korban, ini merupakan perayaan Asyura paling berdarah di Irak di era modern.

Ratusan ribu peziarah dari seluruh dunia memadati Karbala, sekitar 100 kilometer sebelah selatan ibu kota Irak Baghdad.

Prosesi peringatan ditandai dengan melakukan perjalanan ke situs suci berkubah emas sambil membawa bendera serta berteriak, "Kami mengorbankan diri untukmu, Oh Hussein!"

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Irak Saif Al Badr, seperti dikutip dari AFP, Rabu (11/9/2019), mengatakan, kerusuhan terjadi saat kerumunan mulai bergerak maju, menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka.

Saif menambahkan, jumlah korban tewas bisa bertambah karena ada sembilan orang yang mengalami kritis. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Al Hussein di Karbala.

Saksi mata mengatakan kerusuhan disebabkan padatnya peziarah di lokasi yang tak sabar.

"Para peziarah tiba-tiba mulai jatuh. Mereka bertumpukan satu sama lain. Ada kerusuhan dan orang-orang tercekik," kata seorang pemuda yang menggunakan kursi roda di rumah sakit.

Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi dan Menteri Kesehatan Alaa Al Din Alwan mendatangu Karbala pada Selasa malam dan mengunjungi para korban luka.

Presiden Barham Saleh juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban.

Irak merypakan negara dengan mayoritas penganut Syiah. Jumlah penganut Syiah semakin banyak setelah Saddam Hussein digulingkan. Saat pemerintagan Saddam peringatan Asyura dilarang. Namun saat ini Asyura menjadi hari libur nasional.

Sementara itu para peziarah Asyura datang dari negara-negara tetangga seperti Iran, Pakistan, India, dan negaraTeluk.

Pada perayaan ini jalan-jalan di seluruh Irak ditutup untuk melakukan prosesi pemakaman dan drama Pertempuran Karbala.

Pezirah mengibarkan bendera hitam bertulis 'Hussein' dalam huruf merah, sambil menangis. Beberapa di antara mereka mencambuk punggung dan dada, cara untuk menunjukkan kesedihan dan penderitaan atas meninggalnya Hussein. Bahkan ada yang menyayat dahi menggunakan pisau atau pedang sampai tubuh mereka dialiri darah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut