Kesepakatan Temui Jalan Buntu, Israel Hadapi Kemungkinan Gelar Pemilu Ketiga

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 20 September 2019 - 08:59 WIB
Kesepakatan Temui Jalan Buntu, Israel Hadapi Kemungkinan Gelar Pemilu Ketiga

PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Benny Gantz. (Foto: REUTERS).

YERUSALEM, iNews.id - Israel menghadapi kemungkinan melangsungkan pemilu ketiga, setelah pelaksanaan pemilu ulang yang belum pernah terjadi sebelumnya membuahkan hasil yang sama. Dua partai politik utama negara itu gagal meraih mayoritas di parlemen, dan belum ada kejelasan apakah kedua partai yang bersaingan itu akan berhasil membentuk pemerintah koalisi.

Dilaporkan Associated Press, Jumat (20/9/2019), sementara tersedia waktu berpekan-pekan untuk melangsungkan perundingan guna membentuk pemerintah koalisi, persyaratan-persyaratan yang ditetapkan masing-masing partai menghalangi perundingan dan kemungkinan akan berlarut-larut hingga melampaui tengat waktu.

Jika kesepakatan untuk membetuk pemerintah koalisi tidak tercapai, rakyat Israel harus bersiap melangsungkan pemilu ketiga.

Dengan hampir semua suara dihitung, Partai Biru dan Putih yang berhaluan tengah meraih 33 kursi di parlemen yang beranggotakan 120 orang, sementara partai konservatif Netanyahu, Partai Likud, hanya meraih 31 kursi.

Tidak ada satu pun partai yang dapat membentuk pemerintahan yang mengontrol sedikitnya 61 kursi tanpa dukungan Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beitenu. Namun, kekukuhannya untuk membentuk pemerintah sekuler akan memaksa keluar sekutu-sekutu kuat Netanyahu, yakni partai-partai ultra-Orthodoks dan sebuah partai relijius lain yang nasionalis.

Benny Gantz dari Partai Biru dan Putih bersedia membentuk koalisi, namun tidak menginginkan Netanyahu duduk sebagai perdana menteri. Sementara para pendukung setia Partai Likud kemungkinan tidak ingin menyingkirkan Netanyahu.

Dalam komentar pertamanya setelah pemilu, Netanyahu mengatakan pda Rabu pagi bahwa dia akan mengupayakan pembentukan pemerintah Zionis baru yang akan meniadakan partai-partai Arab.

Menurut komite pemilu, jumlah partisipasi pemilih mencapai 63,1 persen.

Israel mengadakan pemilu kedua pada Selasa (17/9/2019) di tahun ini, karena kegagalan Netanyahu membentuk pemerintahan setelah pemilu sebelumnya. Menurut para pengamat, ada kemungkinan digelarnya pemilihan putaran ketiga jika krisis berlanjut.


Editor : Nathania Riris Michico