Ketika Pidato Presiden Filipina Rodrigo Duterte Diganggu Suara Tokek
MANILA, iNews.id - Insiden mewarnai pidato Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila, Kamis (19/9/2019) malam. Duterte menghentikan pidato akibat teralihkan dengan suara nyaring tokek.
Suara hewan reptil itu membuat para tamu, sebagian besar tentara, tertawa. Duterte pun menghentikan pidatonya dan menegok ke kiri untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah itu, dia berkelakar.
"Anda membawa tokek ke sini?" tanya Duterte, kepada petugas yang duduk di belakangnya, dikutip dari Reuters, Jumat (20/9/2019).
Heboh, Kecoak Jalan di Bahu Presiden Filipina Duterte saat Pidato
Tokek biasa ditemukan di seluruh negara Asia Tenggara. Hewan mirip kadal itu dikenal bersuara nyaring, biasanya untuk mengomunikasikan saat terancam atau menarik perhatian pasangan.
Saat itu Duterte sedang berpidato mengkritik berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) yang mengkritisi programnya dalam menangani para penjahat narkoba.
Perang terhadap kejahatan narkoba yang digulirkan Duterte sejak menjabat pada 2016 telah menelan ribuan korban jiwa sehingga memicu perhatian internasional. Para pelaku kejahatan ditembak mati tanpa proses pengadilan.
(Kecoak naik ke bahu Duterte saat pidato/YouTube)
Ini merupakan gangguan ketiga dari hewan yang dialami Duterte saat berpidato. Pada Mei, seekor kecoak naik ke tubuhnya. Saat itu Duterte berpidato mengecam partai oposisi menjelang pemilu. Dia pun berkelakar bahwa kecoak itu merupakan pendukung partainya.
Dua bulan kemudian, seekor lalat kembali menggangu pidatonya. Lalat berdengung di sekelilingnya dan mendarat di dahi Duterte. Saat itu Duterte berpidato menyerang pengkritik. Dia pun kembali berkelakar bahwa lalat itu datang karena diperintahkan oleh orang yang mengkritiknya.
Editor: Anton Suhartono