Ketika PM Jepang Sanae Takaichi Urus Toilet Wanita di Gedung Parlemen
Dia menyerahkan petisi lintas partai yang ditandatangani 58 anggota parlemen perempuan kepada Yasukazu Hamada, ketua komite peraturan dan administrasi majelis rendah.
Gedung parlemen yang berada di Tokyo selesai dibangun pada 1936, satu hampir 10 tahun sebelum perempuan mendapatkan hak pilih pada Desember 1945 atau setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
Gedung majelis rendah memiliki 12 toilet pria dengan 67 bilik dan sembilan fasilitas wanita dengan total 22 bilik.
Dalam pemilu terakhir pada 2024, 73 perempuan terpilih menjadi anggota Majelis Rendah dari total 465 kursi. Angka tersebut naik dari 45 dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu di Majelis Tinggi terdapat 74 perempuan dari total 248 kursi.
Editor: Anton Suhartono