Ketika Seekor Burung Beri Makan Anaknya Puntung Rokok

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 04 Juli 2019 - 07:26 WIB
Ketika Seekor Burung Beri Makan Anaknya Puntung Rokok

Induk burung memberi puntung rokok ke anaknya di pantai Florida. (FOTO: doc. KAREN MASON)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang fotografer mengabadikan momen ketika seekor burung memberi puntung rokok ke paruh anaknya di sebuah pantai di Florida, Amerika Serikat (AS).

Dalam unggahan di Facebook, Karen Mason menceritakan pengalamannya saat berjumpa dengan kedua burung itu di Pantai St Pete, dekat Kota Tampa, bulan lalu.

Dia menulis: "Jika Anda merokok, saya mohon jangan tinggalkan puntungnya."

Komunitas Perlindungan Burung Inggris (RSPB) menyebut foto itu memilukan. RSPB menyebut menekankan bahwa alam kini sedang bersusah payah beradaptasi dengan sampah manusia.

Anak burung tampak membawa puntung rokok. (FOTO: doc. KAREN MASON)

Mason juga mengunggah foto lain yang menampilkan anak burung membawa puntung rokok menggunakan paruhnya.

Induk burung kemungkinan mengira puntung rokok itu makanan dan memberikan sampah itu ke anaknya.

"Banyak burung penasaran terhadap hal-hal yang biasanya kita buang dan kerap mencoba mencari tahu apakah benda itu makanan atau bukan," kata juru bicara RSPB, kepada BBC.

"Yang menyedihkan, induk ini memutuskan puntung rokok adalah sesuatu yang bisa diberikan sebagai makanan kepada anaknya."

"Alam bersusah payah beradaptasi pada hal-hal yang kita lakukan terhadap planet kita. Setiap tahun kita melihat semakin banyak hewan terperangkap, cedera, atau dibunuh oleh produk buatan manusia. Kami bahkan melihat sampah dipakai sebagai bahan membuat sarang."

"Sayangnya, bagi banyak orang menyampah tampak tidak berbahaya, paling jauh membuat sebuah kawasan tidak rapi. Akan tetapi, foto-foto yang menyedihkan hati mengungkap dampak sebenarnya dari membuang sampah terhadap alam liar kita."

Puntung rokok biasanya terbuat dari serat plastik (cellulose acetate) dan perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa terurai.

Benda itu merupakan sampah paling jamak yang dikumpulkan dari pantai-pantai di seluruh dunia, menurut komunitas pelestari alam.

Editor : Nathania Riris Michico