Ketika Trump Berusaha Menghindari Jabat Tangan dengan PM Irlandia Varadkhar

Anton Suhartono ยท Sabtu, 14 Maret 2020 - 06:42 WIB
Ketika Trump Berusaha Menghindari Jabat Tangan dengan PM Irlandia Varadkhar

Donald Trump dan Leo Varadkhar bersalaman namaste untuk menghindari kontak fisik (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkhar mengalami momen canggung saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Kamis (12/3/2020).

Mereka bingung harus berinteraksi fisik seperti apa sebagai pengganti jabat tangan di tengah kekhawatiran penyebaran virus korona.

"Kami saling memandang. Kami berkata, 'Apa yang akan kita lakukan'," kata Trump, berkelakar, dikutip dari AFP.

"Perasaan yang sangat aneh," kata Trump, menggambarkan momen saat dia menyapa Varadkhar dalam kunjungan rutin tahunan pemimpin Irlandia menjelang Saint Patrick Day.

Trump secara terbuka mengakui seorang germaphobe (orang yang punya ketakutan berlebih pada kuman), sehingga tidak suka berjabatan tangan. Namun kebiasaan itu dia coba hilangkan setelah berpolitik.

"Begitu Anda menjadi politikus, berjabat tangan menjadi sangat biasa," tuturnya.

Dia pun melanjutkan candaan, saat berkunjung ke India baru-baru ini dia mencoba menghindari salaman karena tradisi di sana mendukung. Biasanya orang India melakukan salam namaste.

Namun selama perjalanan 2 hari ke India, dia malah lebih sering berjabat tangan, bahkan berpelukan dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

India dan Jepang, kata dia, memiliki budaya memberi salam yang tak menjalnin kontak satu sama lain. Jepang cukup dengan membungkukkan badan.

Sementara itu Varadkhar mengatakan politisi hanya terbiasa untuk merasakan momen canggung dengan menghinari jabatan tangan selama pandemi virus korona berlangsung.

"Rasanya seperti bukan diri sendiri, seperti Anda bersikap kasar, tapi Anda boleh berpikir seperti itu selama beberapa pekan ke depan," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono