Kewalahan Banyak Pasien Meninggal, RS di Brasil Letakkan Jenazah di Samping Pasien

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 12:59:00 WIB
Kewalahan Banyak Pasien Meninggal, RS di Brasil Letakkan Jenazah di Samping Pasien
Jenazah-jenazah korban virus corona diletakkan di samping pasien di RS Rio de Janeiro, Brasil (Foto: CNN)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Brasil tampaknya kewalahan menangani para korban meninggal akibat virus corona. Kasus kematian akibat Covid-19 di negara Amerika Selatan itu akan menembus 50.000 orang.

Brasil kini menduduki posisi kedua di dunia dalam jumlah korban meninggal, di bawah AS yang mncatati 123.707 kasus kematian.

Foto-foto menunjukkan pasien meninggal dibiarkan di ruang perawatan rumah sakit Rio de Janeiro, Rio Nureses Union, dalam kondisi dibungkus kantong sampah hitam, di samping mereka yang masih hidup.

Kamar-kamar mayat dan tempat penyimpanan lain penuh sehingga tak ada lagi ruang selain menyimpan sementara bersama pasien yang masih hidup.

Foto lain yang dirilis CNN juga menunjukkan halaman parkir rumah sakit di Rio de Janeiro diisi dengan kontainer-kontainer penampung mayat. Satu kontainer bisa menampung 75 jenazah.

Para ahli khawatir dampak pelonggaran yang diterapkan di seluruh Brasil akan membuat kondisi semakin buruk.

Foto-foto lain menunjukkan pantai-pantai di Rio de Janeiro dipenuhi ribuan pengunjung yang sama sekali tak menjaga jarak dan mengenakan masker.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menghadapi banyak kritik atas penanganannya terhadap krisis kesehatan ini. Apalagi dia menganggap remeh ancaman wabah karena menyamakan corona dengan virus flu biasa pada Maret.

Selain itu, pemerintah dianggap tak siap menerapkan sistem kesehatan. Banyak negara bagian kewalahan menangani pasien. Selain itu banyak perawat yang meninggal akibat Covid-19.

Sejauh ini 181 perawat di Brasil meninggal dari total 15.000 lebih yang terinfeksi. Angka tersebut menempatkan Brasil sebagai negara dengan kasus kematian tenaga perawat tertinggi di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meminta Brasil dan negara-negara Amerika Selatan lain memperketat protokol kesehatan, di antaranya menjaga jarak sosial.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan pandemi sedang memasuki tahap baru dan lebih membahayakan di tengah pelonggaran yang diterapkan banyak negara.


Editor : Anton Suhartono