Kewalahan Hadapi Layangan Api Palestina, Israel Perketat Perbatasan
GAZA, iNews.id - Israel memperketat penjagaan di perbatasan Jalur Gaza, Palestina, Selasa (17/7/2018). Langkah ini diambil terkait ketegangan Israel dengan Hamas sejak sepekan terakhir, meski kedua pihak menyepakati gencatan senjata.
Israel memperketat pemeriksaan barang-barang yang masuk ke Gaza melalui perbatasan Karem Shalom. Bahan bakar dilarang masuk ke Gaza, melainkan hanya kebutuhan pokok saja serta obat-obatan.
Hal ini untuk mengantisipasi serangan layang-layang dan balon yang membawa bom api ke lahan pertanian. Serangan itu membuat tanaman pertanian Israel terbakar dan gagal panen.
Kementerian Pertahanan Israel memberlakukan penjagaan ketat sejak Senin (16/7) dan melarang sebagian besar barang masuk ke Gaza.
Ini Layang-Layang Api Palestina yang Bikin Kewalahan Israel
Pengiriman bahan bakar dilarang sampai Minggu (22/7). Tak hanya itu, zona menangkap ikan juga dikurangi yakni dari enam mil laut atau 11,1 kilometer menjadi 5,5 km.
"Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman memutuskan, setelah berkonsultasi dengan kepala staf (militer), untuk menutup (perbatasan) Kerem Shalom untuk bahan bakar dan gas sampai hari Minggu," katanya, dalam sebuah pernyataan.
Hamas mengecam pembatasan barang masuk dengan menyebutnya sebagai aksi kejahatan terhadap kemanusiaan.
Gerakan perlawanan Islam yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina itu sudah tiga kali berperang dengan Israel sejak menguasai Gaza pada 2007. Sejak itu pula Israel memblokade Gaza dari dunia luar. Barang masuk dibatasi menjadikannya sebagai 'penjara' besar. Peperangan besar antara Israel dan Hamas terjadi pada 2010 dan 2014 yang berujung dengan gencatan senjata.
Warga Gaza menggunakan layang-layang sebagai perlawanan sah atas blokade Israel selama lebih dari satu dekade. Sementara Israel menggunakan senjata api.
Editor: Anton Suhartono