Khamenei: AS-Israel Kobarkan Perang Media untuk Menakuti Warga Iran

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 September 2018 - 11:42:00 WIB
Khamenei: AS-Israel Kobarkan Perang Media untuk Menakuti Warga Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mengobarkan perang media untuk menakut-nakuti rakyat Iran yang sedang menghadapi krisis ekonomi.

Ekonomi Iran terguncang setelah AS memberlakukan kembali sanksi yang sempat dicabut.

Sanksi diberlakukan lagi setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015. Perjanjian yang diteken bersama AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman, dan China itu berisi komitmen Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Guncangan ekonomi memicu demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Iran. Para demonstran dalam aksinya meneriakkan slogan anti-pemerintah.

"Hari ini, sistem Islam (Iran) menghadapi perang ekonomi habis-habisan yang secara hati-hati dipandu oleh ruang perang, namun bersama dengan perang ini, ada media besar dan perang propaganda yang sering diabaikan," kata Khamenei, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (7/9/2018).

Para pejabat Iran menyalahkan aplikasi pesan populer dan kampanye media sosial yang diorganisir di luar negeri untuk memprotes lesunya ekonomi Teheran.

Aksi protes muncul sejak Desember 2017 dan kini menyebar ke lebih dari 80 kota dengan korban tewas mencapai 25 orang.

"Tujuan dari perang media ini adalah untuk menciptakan kecemasan dan pesimisme di antara orang-orang terhadap satu sama lain dan otoritas, dan membesar-besarkan masalah ekonomi di benak publik," ujar Khamenei.

"Berdasarkan intelijen kami, agen mata-mata AS dan Zionis (Israel) membentuk sebuah organisasi untuk melakukan perang media dan secara serius merencanakan serta mencoba memengaruhi ruang iklan dan pikiran di komunitas kami," ujarnya.

Arab Saudi, saingan regional Iran, dan Uni Emirat Arab mendukung keputusan Trump untuk menerapkan kembali sanksi AS terhadap Teheran. Para rival khawatir dengan program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok militan.

Sebelumnya, Trump mengaku terbuka untuk memulai dialog antara AS dan Iran. Namun, dia mengatakan, “Iran sedang dalam kekacauan sekarang. Mereka sedang goyah".

"Sekarang mereka hanya mengkhawatirkan kelangsungan hidup mereka sendiri sebagai sebuah negara," tambah Trump.

Editor : Nathania Riris Michico