Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Khamenei Sebut AS Serang Iran karena Ingin Kuasai Minyak dan Gas

Selasa, 03 Februari 2026 - 13:43:00 WIB
Khamenei Sebut AS Serang Iran karena Ingin Kuasai Minyak dan Gas
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuding Amerika Serikat memiliki motif ekonomi di balik ancaman militer terhadap Teheran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuding Amerika Serikat (AS) memiliki motif ekonomi di balik ancaman dan tekanan militernya terhadap Teheran. Menurut Khamenei, tujuan utama Washington adalah menguasai sumber daya minyak dan gas alam Iran yang melimpah.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di pusat Kota Teheran, Minggu (1/2/2026), untuk memperingati kepulangan pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dari pengasingan di Prancis pada 1979 yang menjadi tonggak Revolusi Iran.

“Motivasi sebenarnya mereka adalah ingin merebut sumber daya minyak dan gas,” ujar Khamenei, di hadapan ribuan pendukungnya.

Dalam pidato itu, Khamenei juga memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Dia menegaskan, langkah tersebut berpotensi memicu perang besar di kawasan Timur Tengah dan menyeret banyak negara ke dalam konflik regional.

“Mereka harus sadar, jika memulai perang, itu akan menjadi perang regional,” ujarnya.

Khamenei bahkan menyinggung keberadaan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai target potensial, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar yang sempat menjadi sasaran serangan pada Juni 2025.

Selain menuding AS, Khamenei turut menyinggung situasi dalam negeri Iran. Dia menyebut demonstrasi anti-pemerintah yang berujung kerusuhan dalam beberapa waktu terakhir bukan sekadar aksi protes, melainkan upaya kudeta terselubung.

Menurut Khamenei, kerusuhan tersebut ditandai dengan perusakan fasilitas vital negara seperti kantor pemerintahan, bank, dan masjid. Dia menyebut aksi itu sebagai “pemberontakan”, istilah yang sebelumnya juga digunakan untuk Gerakan Hijau 2009.

“Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat penting dan efektif yang terlibat dalam menjalankan pemerintahan,” tuturnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut