Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret
Advertisement . Scroll to see content

Kiev Jengkel Jerman Ogah Kirim Tank Leopard dan Kendaraan Tempur ke Ukraina

Selasa, 13 September 2022 - 19:19:00 WIB
Kiev Jengkel Jerman Ogah Kirim Tank Leopard dan Kendaraan Tempur ke Ukraina
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menuduh Jerman sengaja mengabaikan permintaan Kiev untuk tank Leopard dan kendaraan tempur infanteri Marder. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menuduh Jerman sengaja mengabaikan permintaan Kiev untuk tank Leopard dan kendaraan tempur infanteri Marder. Dia menyebut Jerman takut dan banyak alasan tak jelas saat menolak permintaan Ukraina. 

"Tidak ada satu pun argumen rasional tentang mengapa senjata-senjata ini tidak dapat dipasok, hanya ketakutan dan alasan yang abstrak," cuitnya, dalam bahasa yang luar biasa blak-blakan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Christine Lambrecht menolak permintaan Ukraina untuk mengirim tank tempur. Ukraina mencapai kemajuan pesat dalam perang melawan Rusia dan membutuhkan lebih banyak senjata.

"Belum ada negara yang mengirim kendaraan tempur infanteri buatan Barat atau tank tempur utama sejauh ini," kata Lambrecht, dikutip dari Reuters, Senin (12/9/2022). 

Dia menjelaskan, Jerman sudah sepakat dengan negara-negara mitra untuk tidak melakukan langkah itu secara sepihak. Ini mengindikasikan pengiriman senjata buatan Barat ke Ukraina harus melalui persetujuan semua pihak terkait.

Rusia memperingatkan Jerman soal perang di Ukraina. Duta Besar (Dubes) Rusia di Berlin Sergei Nechaev menyebut Jerman telah bertindak di luar batas dengan mengirim persenjataan mematikan untuk Ukraina.

Menurut Nechaev, keputusan itu telah merusak rekonsiliasi kedua negara yang dijalin sejak berakhirnya Perang Dunia II dan invasi Nazi ke Uni Soviet.

“Fakta bahwa rezim Ukraina dipasok senjata mematikan buatan Jerman, yang digunakan tidak hanya terhadap personel militer Rusia, tetapi juga penduduk sipil Donbass, telah melewati batas,” kata Nechaev, dalam wawancara dengan surat kabar Izvestia, seperti dilaporkan kembali RT, Selasa (13/9/2022).

Dia menegaskan Jerman seharusnya sadar dengan tanggung jawab moral dan sejarah negaranya atas kejahatan Nazi di masa lalu.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut