Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wow! Anak Indonesia Jadi Pengguna Internet Terbanyak ke-5 Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Kiev Selidiki Dugaan Belarusia Terlibat Deportasi Paksa Anak-Anak Ukraina

Rabu, 24 Mei 2023 - 14:53:00 WIB
Kiev Selidiki Dugaan Belarusia Terlibat Deportasi Paksa Anak-Anak Ukraina
Ukraina menyelidiki dugaan peran Belarusia dalam pemindahan paksa anak-anak dari wilayah yang diduduki Rusia. (Foto:Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Ukraina menyelidiki dugaan peran Belarusia dalam pemindahan paksa anak-anak dari wilayah yang diduduki Rusia. Sebelumnya, oposisi di Belarusia mengatakan ribuan anak Ukraina dipindah paksa ke negara itu. 

Informasi adanya penyelidikan itu disampaikan kantor kejaksaan agung kepada Reuters, Selasa (23/5/2023). Kantor Kejaksaan Agung, Andriy Kostin mengatakan, pihaknya telah meluncurkan proses pidana terhadap pemindahan paksa/deportasi lebih dari 19.000 anak dari wilayah pendudukan Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson, dan Kharkiv ke Belarusia.

"Dugaan anak-anak dari wilayah Ukraina yang diduduki dibawa sementara ke apa yang disebut 'kamp rekreasi' di Belarus saat ini sedang diselidiki dalam proses pidana," katanya.

Sebelumnya, oposisi Belarusia mengatakan, 2.150 anak Ukraina, termasuk anak yatim piatu berusia 6-15 tahun dibawa ke apa yang disebut kamp rekreasi dan sanatorium di wilayah Belarusia.

Manajemen Anti-Krisis Nasional, kelompok penentang politik pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko dalam laporan awalnya mengatakan, anak-anak itu dibawa ke setidaknya tiga lokasi di Belarusia.

Yulia Ioffe, asisten profesor di University College London dan spesialis hukum hak anak mengatakan, jika terbukti, Belarusia sangat mungkin melanggar Konvensi Hak Anak.

"Tindakan Belarusia juga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan 'deportasi pemindahan paksa penduduk' di bawah Statuta Roma ICC, asalkan ada cukup bukti pemindahan paksa yang tersebar luas atau sistematis," kata Ioffe.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut