Kim Jong Un Resmikan Dimulainya Proyek Kota Modern di Dekat Gunung Keramat

Anton Suhartono ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:59 WIB
Kim Jong Un Resmikan Dimulainya Proyek Kota Modern di Dekat Gunung Keramat

Kim Jong Un meresmikan dimulainya proyek pembangunan kota modern di dekat Gunung Paektu (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tak hanya bisa menggeser gunung sebagai efek dari ledakan uji coba senjata nuklir pada 2017, dia akan menyulap kawasan pegunungan Samjiyon menjadi kota modern.

Pada Senin (2/12/2019), Kim meresmikan dimulainya proyek konstruksi kota modern dekat dengan Gunung Paektu, tempat kelahiran ayahnya Kim Jong Il.

Menurut laporan, Kim Jong Il lahir di kamp rahasia Gunung Paektu saat ayahnya yang juga pendiri Korut, Kim Il Sung, berperang melawan Jepang. Namun sejarawan independen dan catatan Uni Soviet mengungkap, Kim Jong Il sebenarnya lahir di Rusia, sementara Kim Il Sung saat itu berada di pengasingan.

Upacara pembukaan proyek digelar di lokasi dengan latar belakang pemandangan salju serta dihadiri ribuan tentara dan warga sipil.

Tayangan stasiun televisi pemerintah KCTV menunjukkan, lokasi itu seperti di negeri dongeng karena tertutup salju.

Kim mengenakan mantel hitam dan sarung tangan saat pembukaan. Dikelilingi para pejabat, Kim memotong pita merah di depan patung Kim Jong Il.

"Hiduplah pemimpin kekuatan besar partai dan negara, kawan Kim Jong Un!" demikian isi spanduk besar di lokasi proyek.

Sementara situs berita pemerintah KCNA menyebut, Kim telah bekerja sepenuh hati untuk mengubah Samjiyon, tempat suci revolusi, menjadi kota utopia di bawah sosialisme.

KCNA juga menyebut semua kebijakan Kim mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Disebutkan rakyat berjalan di rute lurus yang mereka pilih sendiri tanpa ragu, meskipun ada hambatan di sana sini.

Korut mencurahkan sumber daya yang besar untuk pembangunan kembali Samjiyon, kota terdekat dengan Paektu, gunung berapi aktif yang melintasi perbatasan dengan China.

Proyek Samjiyon mencakup pembangunan museum revolusioner, kompleks latihan olahraga musim dingin, pabrik pengolahan blueberry dan kentang, serta 10.000 kamar apartemen.

Untuk mempercepat selesainya proyek, sebagian besar tentara Korut dikerahkan. Bahkan para mahasiswa juga diperbantukan di masa liburan mereka.

Peresmian proyek ambisius ini berlangsung menjelang tenggat akhir negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Korut memberi waktu kepada AS sampai akhir tahun ini untuk mengubah sikap dalam pembicaraan nuklir. Perbedaan kedua pihak terletak pada siapa mau mengalah lebih dulu. Korut menegaskan tak akan melucuti semua nuklirnya sampai AS mencabut sebagian sanksi, sementara Negeri Paman Sam ingin sebaliknya.

Negosiasi kedua pihak menemui jalan buntu sejak pertemuan Kim Jong Un dengan Presiden Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu.


Editor : Anton Suhartono