Kisah Pilu Komunikasi Terakhir Pasangan Suami-Istri Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong
Pesan Harapan dari Seorang Ibu yang Mencari Putrinya
Di luar salah satu pusat penampungan sementara, suasana dipenuhi tangisan dan telepon yang terus-menerus berbunyi. Warga mencoba mencari informasi sambil berharap ada suara yang menjawab dari seberang.
Seorang perempuan bermarga Ng (52), terlihat memegang erat foto kelulusan putrinya sambil terus memeriksa ponselnya. Dia bercerita bahwa suami dan putrinya tidak bisa dihubungi sejak awal kejadian.
“Dia dan ayahnya belum keluar. Saya menelepon berulang kali, tapi tak ada jawaban.”,” ucapnya, dalam tangis.
Harapan, baginya dan banyak keluarga lain, kini bergantung pada bunyi telepon yang mungkin tak akan pernah dijawab lagi.
Kompleks Wang Fuk Court memiliki hampir 2.000 unit apartemen yang menampung sekitar 4.600 penghuni. Banyak dari mereka adalah lansia dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Pada hari nahas itu, telepon menjadi jembatan terakhir yang menghubungkan para korban dengan dunia luar.
Kebakaran yang meludeskan tujuh menara sekaligus ini disebut-sebut sebagai tragedi perumahan paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong. Hingga kini, tim penyelamat masih berusaha menembus puing dan ruang-ruang penuh asap untuk mencari para penghuni yang hilang.
Editor: Anton Suhartono