Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pria Autis Tak Bisa Baca sampai Usia 18 Tahun kini Jadi Profesor Universitas Cambridge

Selasa, 28 Februari 2023 - 15:45:00 WIB
Kisah Pria Autis Tak Bisa Baca sampai Usia 18 Tahun kini Jadi Profesor Universitas Cambridge
Jason Arday berhasil menjadi profesor Universitas Cambridge meski baru bisa membaca dan menulis pada usia 18 tahun (Foto: Universitas Cambridge)
Advertisement . Scroll to see content

Teman dekat sekaligus mentor kampus, Sandro Sandi, selalu mendorongnya untuk mengejar karier. 

"Dia selalu percaya pada saya," ujarnya.

Setelah lulus, Arday bekerja sebagai guru pendidikan jasmani. Pekerjaan itu memberi pelajaran berharga baginya.

“Menjadi guru sekolah memberi saya pemahaman langsung tentang ketidaksetaraan sistemik yang dihadapi anak-anak muda dari kelompok minoritas dalam pendidikan,” ujarnya.

Arday mengenang pengalaman masa lalunya dan bagaimana bisa diterima di masyarakat. Profesor sosiologi itu mengenang permah ditolak di lingkungan saat pertama kali mulai menulis untuk akademis.

"Ketika saya mulai menulis makalah akademis, saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Saya tidak punya mentor dan tidak ada yang pernah menunjukkan cara menulis. Semua yang saya kirim ditolak dengan tegas. Proses peer review sangat kejam, tapi saya menganggapnya sebagai pengalaman belajar dan anehnya mulai menikmatinya," kata Arday.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut