Klaster Covid-19 Muncul, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid ke Sekolah

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 15:59 WIB
Klaster Covid-19 Muncul, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid ke Sekolah

Petugas kesehatan melakukan tes swab untuk melacak penularan Covid-19 di kalangan warga di Kota Seoul, Korea Selatan, Rabu (27/5/2020). (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.idKorea Selatan pada Jumat (29/5/2020) ini mulai memberlakukan pembatasan pada jumlah murid yang bersekolah di Kota Seoul dan sekitarnya. Kebijakan ini diambil ketika para pejabat setempat disibukkan lagi untuk menangani kasus-kasus baru virus corona (Covid-19) yang mengancam keberhasilan negeri ginseng dalam mengatasi epidemi tersebut.

Hanya sepertiga murid di taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah di Daerah Metropolitan Seoul—yang jadi tempat bermukim bagi setengah dari populasi Korea Selatan—akan diizinkan untuk bersekolah secara fisik setiap hari. Sementara, murid-murid lainnya menjalani kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

Korea Selatan sebelumnya sempat menjadi salah satu negara yang mengalami wabah Covid-19 terburuk di luar China. Namun, pemerintah setempat tampaknya berhasil mengendalikan penularan penyakit itu berkat program pelacakan (tracking), tes spesimen, dan pengobatan dalam skala luas walaupun tidak pernah memaksakan karantina wilayah (lockdown) wajib kepada penduduknya.

Bahhkan, aturan jaga jarak sosial (social distancing) di negeri itu malah dilonggarkan oleh pemerintah sejak 6 Mei lalu, sehingga Korea Selatan menjadi salah satu negara percontohan yang menerapkan new normal (keadaan normal baru) di tengah pandemi Covid-19. Sekolah di Korsel telah dibuka kembali secara bertahap dalam proses yang terus berlanjut secara nasional.

Namun, munculnya klaster baru penularan virus corona di kawasan Seoul memaksa pemerintah memberlakukan kembali sejumlah pembatasan sosial di ibu kota itu dan wilayah sekitarnya. Korea Selatan mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis (28/5/2020). Itu adalah lonjakan kasus harian terbesar di negeri ginseng sejak 81 kasus baru diumumkan pada 5 April lalu.

Sementara, pada Jumat ini, temuan baru kejadian infeksi Covid-19 yang diumumkan Korsel turun menjadi 58 kasus, menjadikan totalnya sekarang menjadi 11.402 kasus.

Pertambahan kasus itu antara lain muncul dari gudang perusahaan perdagangan daring (e-commerce) Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul. Pada klaster baru tersebut, sudah ditemukan total 96 kasus sejauh ini, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

Dengan pemberlakuan kembali pematasan sosial itu, museum, taman, dan galeri seni semuanya akan ditutup kembali mulai dari Jumat ini hingga selama dua pekan ke depan. Sementara, perusahaan-perusahaan didesak untuk memperkenalkan kembali model kerja yang fleksibel, di samping langkah-langkah pembatasan lainnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil