Korea Utara Minta Bantuan Rusia Lawan Amerika, Sebut Ancaman Bersama
SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) memperkuat kerja sama dengan Rusia guna melawan Amerika Serikat di kawasan. Perdamaian di Semenanjung Korea tidak akan terwujud selama pasukan AS tak ditarik dari Korea Selatan (Korsel).
Duta Besar Korut untuk Rusia Sin Hong Chol bahkan mengatakan, AS menjadi ancaman bersama bagi negaranya serta Rusia.
"Kami juga akan meningkatkan kerja sama antara Korea Utara dan Rusia dengan tujuan untuk melawan AS, ancaman bersama," kata Sin Hong Chol, kepada kantor berita TASS.
Amerika menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel sebagai warisan Perang Korea yang berlangsung 1950 sampai 1953. Kedua Korea secara teknis sebenarnya masih berstatus perang karena mereka mengakhiri pertempruan di bawah kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian damai yang permanen.
Pernyataan Sin Hong Chol ini juga disampaikan setelah para pemimpin senior negaranya memperingatkan soal digelarnya kembali latihan perang Korsel dan AS mulai pekan ini dan akhir Agustus.
Menurut dia, latihan tersebut merupakan persiapan untuk perang serta membuktikan AS bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi di kawasan.
Namun AS dan Korsel menampik tuduhan Korut dengan menjelaskan latihan bersama itu bersifat pertahanan, bukan menyerang.
Editor: Anton Suhartono