Komandan Faksi Perlawanan Palestina Jihad Islam Tewas, Israel Dihujani Roket

Anton Suhartono ยท Selasa, 12 November 2019 - 12:54 WIB
Komandan Faksi Perlawanan Palestina Jihad Islam Tewas, Israel Dihujani Roket

Jihad Islam menembakkan roket ke Israel sebagai pembalasan atas tewasnya komandan Baha Abu Al Ata (Foto: AFP)

GAZA, iNews.id - Serangan militer Israel ke Gaza, Selasa (12/11/2019) dini hari, menewaskan Baha Abu Al Ata, komandan faksi perlawanan Palestina, Jihad Islam. Pasukan Israel menyerang rumah Ata menewaskan dua orang.

Sayap militer Jihad Islam menyatakan, serangan Israel tersebut juga menewaskan istri Ata.

Rumah Ata menjadi target serangan, yakni di Distrik Shejaiya di timur Gaza, hancur.

Baca Juga: Militer Israel Serang Rumah Komandan Jihad Islam di Gaza, 2 Orang Tewas

Pengumuman mengenai tewasnya Ata dan istri juga disampaikan melalui pengeras suara masjid setempat.

Pascaserangan, Jihad Islam melancarkan balasan dengan menghujani wilayah selatan Israel dengan roket. Sirene serangan udara di Israel meraung di beberapa lokasi di selatan Israel, dekat dengan perbatasan Gaza.

Namun sejauh ini belum ada laporan kerusakan dan korban.

Sementara itu Hamas selaku penguasa Gaza yang juga faksi perlawanan Palestina bersama Jihad Islam mengancam akan melancarkan serangan balasan.

Untuk mengantisipasi serangan balasan, militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan dan siap dengan semua skenario pembalasan dari wilayah Gaza.

Di Gaza ada beberapa faksi perlawanan terhadap Israel, namun yang terbesar adalah Hamas dan Jihad Islam.

(Baha Abu Al Ata/AFP)

Israel menyalahkan Jihad Islam atas serangkaian serangan roket, drone, serta penembakan. Ata dituduh sebagai otak di balik tembakan roket ke festival musik di Kota Sderot pada Agustus serta serangan roket pada awal November.

"(Ata) Bertanggung jawab atas sebagian besar serangan teror pada tahun lalu dari Jalur Gaza," bunyi pernyataan militer Israel, dikutip dari AFP.

Namun serangan balasan dari Gaza biasanya dilancarkan setelah Israel menembak mati warga atau demonstran di perbatasan. Sejak Maret 2018, warga Gaza menggelar aksi Great March of Return, sebagai simbolisasi kepulangan warga Palestina ke tanah yang direbut Israel sejak perang 1948. Lebih dari 250 warga Gaza tewas, baik terkait langsung dalam aksi tersebut maupun akibat serangan udara.


Editor : Anton Suhartono