Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Kombinasi 3 Obat Antivirus Ini Dapat Meringankan Gejala Covid-19, Kata Peneliti

Sabtu, 09 Mei 2020 - 18:35:00 WIB
Kombinasi 3 Obat Antivirus Ini Dapat Meringankan Gejala Covid-19, Kata Peneliti
Ilustrasi sampel virus corona. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

HONG KONG, iNews.id – Penggunaan kombinasi tiga obat antivirus, lopinavir/ritonavir, ribavirin, dan interferon beta dapat membantu meringankan gejala sakit akibat infeksi virus corona (Covid-19) pada pasien dengan keluhan ringan dan menengah. Demikian hasil uji coba yang dilakukan di Hong Kong.

Hasil uji coba itu menunjukkan, kombinasi tiga obat tersebut dapat menurunkan kadar virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, dalam tubuh pasien. Uji coba tersebut melibatkan 127 pasien.

Peneliti membuat perbandingan antara pasien yang hanya mengonsumsi obat HIV, lopinovir ritonavir, dengan pasien yang meminum lopinovir ritonavir, obat hepatitis ribavirin, dan obat sklerosis interferon beta sekaligus.

Hasil penelitian, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Lancet menunjukkan, rata-rata pengguna tiga obat tersebut tidak memiliki virus dalam tubuh mereka lima hari lebih awal daripada mereka yang hanya mengonsumsi satu obat. Pasien yang hanya mengonsumsi satu obat rata-rata sembuh dalam waktu tujuh sampai 12 hari.

“Percobaan kami memperlihatkan pengobatan lebih awal terhadap pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan menengah dengan kombinasi tiga obat antivirus tersebut dapat menekan penyebaran virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala penyakit, dan mengurangi risiko penularan terhadap tenaga medis,” ungkap salah satu pimpinan riset dan profesor di Universitas di Hong Kong, Kwok Yung Yuen, dikutip Reuters, Sabtu (9/5/2020).

Dia menjelaskan, dengan adanya temuan tersebut, risiko penularan ke tenaga kesehatan dapat dikurangi. Itu karena obat dapat meringankan dampak “pelepasan virus” (viral shedding), yaitu saat ketika virus terdeteksi dan berpotensi menular ke orang lain.

Selama uji coba berlangsung, seluruh pasien mendapatkan perawatan standar sesuai kebutuhan. Di antaranya termasuk pemakaian alat bantu pernapasan (ventilator), alat bantu cuci darah, serta pemberian antibiotik dan kortikostreroid atau obat antiperadangan.

Kowk Yung Yuen mengatakan, temuan itu membawa harapan, tetapi efek tiga obat tersebut masih perlu diuji coba ke pasien dalam jumlah lebih besar dan pasien Covid-19 dengan gejala sakit parah. Sejumlah ahli independen setuju mengakui temuan tersebut, tetapi mereka sepakat studi dengan skala lebih besar dan lebih mendetail dibutuhkan guna memperkuat kesimpulan.

“Hasil penelitian ini membenarkan penambahan interferon beta ke dalam daftar obat yang berbasis penelitian, dan hasil tersebut perlu kembali diuji coba lebih lanjut ke pasien yang dipilih secara acak,” kata Stephen Evans, profesor farmakoepidemiologi London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Pengalaman bertahun-tahun mengobati HIV, virus penyebab AIDS, menunjukkan pengobatan terbaik menggunakan kombinasi beberapa obat yang berbeda. “Strategi semacam itu dapat dipraktikkan untuk pasien Covid-19,” kata dia.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut