Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Konflik Perbatasan Armenia dan Azerbaijan, Rusia Tawarkan Diri Jadi Mediator

Kamis, 20 Mei 2021 - 06:40:00 WIB
Konflik Perbatasan Armenia dan Azerbaijan, Rusia Tawarkan Diri Jadi Mediator
Tentara etnis Armenia melihat melalui teropong di dekat Desa Taghavard di wilayah Nagorno-Karabakh, 11 Januari 2021. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

DUSHANBE, iNews.id - Rusia menawarkan diri membantu menengahi negosiasi demarkasi (batas wilayah) antara Armenia dan Azerbaijan pada Rabu (19/5/2021).  

"Rusia telah menawarkan pertama-tama untuk memberikan bantuan dengan penetapan batas dan demarkasi perbatasan," kata Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov kepada wartawan selama kunjungan ke Tajikistan, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Armenia menuduh Azerbaijan melakukan serangan perbatasan. Azerbaijan dituduh mengirim pasukan melintasi perbatasan pekan lalu. 

Sebaliknya, Azerbaijan membantah melintasi perbatasan. Pihaknya mengaku, pasukan hanya membela pihak mereka. 

Armenia mengatakan pada hari Jumat pekan lalu, Azerbaijan telah gagal memenuhi janji untuk menarik pasukan yang telah melintasi perbatasan.

Lavrov mengatakan, Moskow telah mengusulkan pembentukan komisi gabungan Armenia-Azeri. Nantinya, Rusia akan berpartisipasi sebagai konsultan atau mediator.

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengadakan panggilan terpisah dengan mitranya dari Azeri, Ilham Aliyev dan penjabat Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan.

Kremlin menyatakan, Putin mengatakan Moskow akan membantu Azerbaijan dan Armenia mencapai kesepakatan.

Kantor berita TASS menlaporkan, Sekretaris Dewan Keamanan Pemerintah Armenia, Armen Grigoryan mengatakan, demarkasi tidak dapat dimulai sampai pasukan Azeri meninggalkan wilayah Armenia.

Kantor berita Interfax melaporkan, Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan, pembicaraan antara pejabat pertahanan Armenia dan Azeri sedang berlangsung.

"Jika tidak ada penyelesaian damai dalam jangka waktu yang masuk akal - dalam hal militer Azerbaijan tidak kembali ke posisi semula tanpa prasyarat apa pun - angkatan bersenjata Armenia memiliki hak untuk menyelesaikan masalah dengan cara lain, termasuk dengan kekerasan," kata kementerian itu.

Moskow membantu mengamankan gencatan senjata pada November setelah pasukan Azeri mengusir etnis Armenia dari wilayah yang mereka kuasai sejak 1990-an di dan sekitar wilayah Nagorno-Karabakh.

Rusia, yang memiliki pangkalan militer di Armenia, mengirim pasukan penjaga perdamaian ke daerah itu tahun lalu untuk membantu menegakkan gencatan senjata. Rusia memiliki hubungan yang kuat dan pakta pertahanan bersama dengan Armenia tetapi juga bersahabat dengan Azerbaijan.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut