Konflik Rusia-Ukraina Berlarut-larut, Perang Bisa Berlangsung Puluhan Tahun
MOSKOW, iNews.id - Mantan Presiden Rusia yang juga Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Dmitry Medvedev menilai perang antara negaranya dengan Ukraina bisa berlangsung puluhan tahun. Dia melihat konflik semakin berlarut-larut.
Menurut Medvedev, perang dengan Ukraina merupakan konflik eksistensial, perjuangan untuk menegaskan keberadaan Rusia.
“Haruskah itu memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun, biarlah. Kami tidak punya pilihan, apakah akan menghancurkan rezim politik mereka yang bermusuhan atau (negara-negara) Barat pada akhirnya akan menghancurkan Rusia," kata Medvedev, di Telegram.
Dia melanjutkan, bagi negara-negara Barat, konflik yang sedang berlangsung ini merupakan perang aneh. Negara Barat tak akan terus menerus memberikan dukungan kepada Ukraina.
Rudal Rusia Hantam Alun-Alun Kota yang Ramai di Ukraina, 7 Orang Tewas 90 Luka
“Meskipun mereka tidak merasa kasihan, Barat tidak akan pernah melampaui titik saat kepentingan sendiri terlalu banyak dirugikan,” kata Medvedev, seraya menambahkan bantuan Barat untuk Ukraina akan terus berkurang.
Perang ini cepat atau lambat menjadi membosankan, mahal, dan tidak relevan lagi bagi negara-negara Barat.
Serangan Ukraina Makin Menggila, Drone Hantam Pangkalan Udara Rusia Hancurkan Pesawat Tempu
Negara-negara Barat memberikan bantuan persenjataan maupun ekonomi untuk Ukraina selama perang yang sudah berlangsung 18 bulan. Para pejabat tinggi negara Barat berulang kali menegaskan ingin melihat Rusia kalah di medan perang. Meski demikian keinginan mereka itu belum terwujud sepenuhnya.
Para pejabat Rusia berkali-kali mendesak Barat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina. Langkah itu hanya akan memperpanjang permusuhan dan menimbulkan lebih banyak kerusakan dan kematian warga.
Putin Tiba-Tiba Kunjungi Markas Pusat Kendali Perang Ukraina, Ada Apa?
Editor: Anton Suhartono