Korban Meninggal akibat Virus Korona, 2.236 di China dan 11 di Negara Lain

Anton Suhartono ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 10:52 WIB
Korban Meninggal akibat Virus Korona, 2.236 di China dan 11 di Negara Lain

Korban meninggal akibat virus korona di China dan negara lain terus bertambah (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Jumlah korban meninggal akibat virus korona di China bertambah menjadi 2.236 orang berdasarkan data yang dirilis Komisi Kesehatan Nasional, Jumat (21/2/2020).

Ada penambahan 118 kasus kematian terbaru, mayoritas berada di Provinsi Hubei, pusat epidemi Covid-19.

Komisi juga merilis penambahan jumlah kasus terinteksi baru yakni 889 penderita. Jumlah penambahan harian ini naik dari sehari sebelumnya yakni 394 orang.

Dengan demikian hingga hari ini ada 75.245 orang yang terinfeksi virus korona di China sejak wabah bermula. Dari jumlah itu, penderita yang dinyatakan sembuh dan dipebolehkan pulang 18.265 orang.

Komisi Kesehantan Provinsi Hubei pekan lalu mengubah metode penentuan kriteria korban terinfeksi sehingga sempat merevisi jumlah penderita. Pada 13 Februari, jumlah penambahan harian orang yang terinfeksi melonjak 3 kali lipat menjadi 14.840 dibandingkan sehari sebelumnya.

Namun pada Kamis, otoritas merevisi kembali cara mereka menentukan korban terinfeksi yakni hanya mengandalkan hasil diagnosis dari laboratorium.

Pejabat kesehatan China pekan lalu menjelaskan, pasien di Hubei dapat didiagnosis melalui metode klinis yakni pemindaian paru-paru tanpa harus menjalani tes laboratorium.

Penambahan kasus virus korona juga terjadi di luar China.

Hingga Jumat, Korea Selatan melesat ke urutan pertama jumlah kasus virus korona terbanyak yakni mencapai 156 orang terinfeksi dengan 1 meninggal dan 16 orang sembuh. Disusul Jepang dengan 94 orang terinfeksi, 1 meninggal, dan 18 sembuh, serta Singapura dengan 84 kasus terinfeksi dan 34 sembuh tanpa korban meninggal.

Secara keseluruhan ada 11 orang meninggal di luar China. Iran merupakan negara yang mengonfirmasi kasus kematian akibat virus korona terbaru yakni 2 orang, sekaligus yang pertama di Timur Tengah.


Editor : Anton Suhartono