Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Natal, Polri Gencar Perbaiki Gereja hingga Posko Ibadah di Sumut
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas 129 Orang, Polisi Sri Lanka Sudah Peringatkan Ancaman Bom

Minggu, 21 April 2019 - 13:48:00 WIB
Korban Tewas 129 Orang, Polisi Sri Lanka Sudah Peringatkan Ancaman Bom
Gereja St Anthony di Kolombo, sasaran ledakan bom bunuh diri (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KOLOMBO, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat serangan bom di enam lokasi di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), melonjak menjadi 129 orang. Korban terbanyak berada di Gereja St Anthony, Kolombo. Di antara korban tewas merupakan sembilan warga asing.

Kepala Keplisian Sri Lanka Pujuth Jayasundara mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan peringatkan ancaman bom bunuh diri 10 hari lalu. Serangan menargetkan gereja-gereja besar di negara itu.

Menurut Jayasundara, peringatan dari jajaran intelijennya sudah diberikan kepada para perwira pada 11 April lalu.

Tiga dari enam sasaran ledakan bom bunuh diri tersebut adalah gereja, yakni di ibu kota Kolombo, Gereja St Sebastian di Kota Negombo, dan Kota Batticaloa. Serangan terjadi saat gereja dipenuhi jemaat yang mengikuti misa Paskah.

Sementara itu tiga lokasi ledakan lainnya merupkan hotel juga di Kolombo.

Sebanyak 42 korban tewas yang dilaporkan sebelumnya berasal dari Gereja St Anthony dan hotel di Kolombo. Sedangkan 10 korban tewas lainnya merupakan jemaat di gereja Batticaloa. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dalam ledakan di Gereja St Sebastian.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena terkejut degan serangan dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Menteri Keuangan Mangala Samaraweera dalam cuitannya mengungkapkan kegeramannya. Menurut dia, serangan ini merenggut nyawa orang tak bersalah. Dia menyebut serangan dipersiapkan dengan baik untuk menimbulkan korban jiwa, kekacauan, dan anarki.

"Pertemuan darurat digelar dalam beberapa menit. Operasi penyelamatan sedang berlangsung," kata Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik, Harsha de Silva, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali AFP.

Dia telah mengunjungi beberapa lokasi serangan serangan di Kolombo, termasuk Gereja St Anthony.

"Saya melihat banyak bagian tubuh berserakan. Banyak korban termasuk orang asing," ujarnya.

Dia meminta warga untuk tetap tenang dan menghindari aktivitas di luar ruangan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut