Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Respons Survei RI Negara Paling Bahagia: Mengharukan Sekaligus Menyedihkan
Advertisement . Scroll to see content

Mirip Indonesia! Banjir Sri Lanka Isolasi Warga di Pegunungan, Korban Tewas 618 Orang

Senin, 08 Desember 2025 - 06:43:00 WIB
Mirip Indonesia! Banjir Sri Lanka Isolasi Warga di Pegunungan, Korban Tewas 618 Orang
Korban tewas banjir dan tanah longsor di Sri Lanka mencapai 618 orang hingga Minggu (7/12) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KOLOMBO, iNews.id - Korban tewas banjir dan tanah longsor di Sri Lanka telah menembus 600 orang hingga Minggu (7/12/2025), tepatnya 618. Pihak berwenang Sri Lanka kembali mengeluarkan peringatan ancaman tanah longsor karena hujan deras masih terus mengguyur sebagian wilayah negara Asia Selatan tersebut beberapa hari ini dan ke depan.

Asia diterjang badai siklon sejak 2 pekan terakhir, menyebabkan sedikitnya 1.812 orang tewas hingga Minggu. Jumlah korban tewas terbanyak berada di Indonesia, lebih dari 916 orang, disusul dengan Sri Lanka dan Thailand. Korban tewas di Thailand mencapai 180 orang lebih.

Korban akibat badai siklon juga berada di India dan Malaysia.

Pemerintah Sri Lanka mengonfirmasi 618 orang tewas, sebanyak 464 di antaranya berasal dari wilayah pegunungan bagian tengah negara itu penghasil teh. Sementara 209 orang masih hilang.

Lebih dari 2 juta orang atau hampir 10 persen dari total populasi negara itu, terdampak banjir dan tanah longsor. Banjir dipicu Siklon Ditwah, badai terburuk yang melanda negara itu sepanjang abad ini.

Pusat Manajemen Bencana (DMC) Sri Lanka menyatakan badai menambah parah curah hujan, membuat lereng bukit tidak stabil, termasuk wilayah pegunungan di tengah dan barat laut negara tersebut.

Pemerintah mengerahkan helikopter untuk menjangkau penduduk yang terisolasi di pegunungan akibat putusnya akses dipicu tanah longsor, kondisi yang mirip dengan bencana banjir dan anah longsor di Indonesia.

Jumlah orang yang menghuni kamp-kamp pengungsian yang dikelola pemerintah turun menjadi 100.000, dibandingkan puncaknya yang mencapai 225.000 orang. Banyak warga kembali ke rumah karena banjir telah surut.

Banjir dan tanah longsir menyebabkan lebih dari 75.000 rumah rusak, termasuk 5.000 di antaranya hancur total.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut