Korban Tewas Penembakan Sekolah Thailand Jadi 9 Orang, Pelaku Juga Bunuh Kakek-Neneknya
Wattana Yichin, komandan Kepolisian Provinsi Wilayah 1, mengatakan pintu depan rumah terkunci dari luar.
Penyelidik meyakini remaja tersebut meninggalkan rumah setelah menembak mati kakek dan neneknya untuk melanjutkan aksinya di sekolah.
Pemeriksaan awal terhadap komputer remaja itu mengungkap dia sering bermain game bertema kekerasan serta mencari dan mempelajari informasi mengenai penembakan di sekolah di AS. Aktivitas pencarian tersebut tercatat sejak 30 Juli.
Namun polisi belum bisa memastikan apakah game atau riwayat pencarian tersebut menjadi penyebab atau pemicu penembakan. Mereka menyatakan penyelidikan masih berfokus pada upaya menyusun urutan kejadian dan menentukan faktor-faktor apa saja yang berkontribusi terhadap penembakan tersebut, termasuk apakah remaja itu menjadi korban bullying.
Menurut paman pelaku, anak tersebut tinggal bersama kakek-neneknya sejak kecil, menghabiskan banyak waktu bermain game, dan cenderung tertutup.
Namun dia memastikan tidak adanya riwayat perselisihan ataupun tanda-tanda tekanan mental sebelum penembakan terjadi.
Editor: Anton Suhartono