Korea Utara Sebut Artis K-Pop Produk 'Perbudakan'

Djairan · Kamis, 18 Maret 2021 - 15:24:00 WIB
Korea Utara Sebut Artis K-Pop Produk 'Perbudakan'
Kim jong Un Larang warga Korea Utara impor hiburan dan budaya pop dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. (Infografis: iNews.id)

PYONGYANG, iNews.idKorea Utara kembali melancarkan serangan pedas terhadap industri musik K-pop milik negara tetangga, Korea Selatan, dengan menyebutnya sebagai bentuk “perbudakan”. Pernyataan tersebut dilontarkan negara komunis itu dalam upaya baru yang disebut gerakan melawan pengaruh asing.

Sebagai upaya untuk membuat orang-orang tak menyukai K-pop, salah satu situs propaganda milik rezim pemimpin Kim Jong Un menggambarkan para artis K-pop telah terikat kontrak sejak usia dini dan “ditahan” melalui pelatihan (training) keartisan.

Hal itu, kata situs tersebut, membuat grup musik terlaris Korea Selatan seperti BTS dan Blackpink menjadi “budak” karena tubuh, pikiran, dan jiwa para personelnya dirampas oleh kepala konglomerat di dunia hiburan yang kejam dan korup di negara itu.

Seperti diketahui, grup musik asal Korea Selatan saat ini sedang menduduki puncak popularitasnya di industri hiburan dunia. Hal itu yang membuat Kim Jong Un semakin khawatir rakyatnya mengonsumsi film, musik, buku, dan produksi TV negara tetangga.

Demi membentengi hal itu, Pemerintah Korut memberlakukan sensor ketat terhadap berbagai materi terlarang. Seperti disampaikan Keith Howard, seorang peneliti dan etnomusikolog dari SOAS University of London.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: