Korona Goyahkan Brasil, Ribuan Warga Serukan Presiden Bolsonaro Mundur

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 08:54 WIB
Korona Goyahkan Brasil, Ribuan Warga Serukan Presiden Bolsonaro Mundur

Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara dalam konferensi pers mengenai pandemi virus korona di Istana Planalto, Brasilia, 18 Maret 2020. (FOTO: Sergio LIMA / AFP)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Pandemi virus korona menghantam Brasil, menghancurkan ekonomi, serta menginfeksi banyak anggota elit politik negara itu. Kerasnya dampak dari korona memicu protes terhadap penanganan krisis yang dilakukan Presiden Jair Bolsonaro.

Penasihat keamanan nasional Bolsonaro, para menteri tambang dan energi, serta kepala Senat semuanya dinyatakan positif virus korona pada Rabu (18/3/2020). Jumlah korban tewas meningkat menjadi empat orang, dengan 428 orang terinfeksi.

Bolsonaro mendapat kecaman karena penanganan wabahnya yang lemah, yang awalnya dia sebut sebagai 'fantasi'.

Pada Rabu malam, Brasil meletus di mana banyak suara panci dan wajan dan teriakan "Bolsonaro out!". Para pengunjuk rasa yang tinggal di rumah mengungkapkan kemarahan mereka terhadap sang presiden.

Protes terjadi di kota-kota besar Brasil serta teriakan "Bolsonaro out!", menurut video media sosial, seperti dilaporkan AFP, Kamis (19/3/2020).

Bolsonaro mengatakan dia dua kali dinyatakan negatif virus korona, tetapi 14 orang dalam rombongannya yang pergi ke Florida, AS, 10 hari lalu dinyatakan positif. Dampak dari perjalanan itu, di mana dia bertemu Presiden AS Donald Trump, masih menghantui sang presiden.

Dengan meningkatnya kritik, Bolsonaro mengadakan konferensi pers sore hari dengan para menteri -semuanya mengenakan masker- untuk mengumumkan langkah-langkah darurat mengatasi korona dan menopang perekonomian; termasuk bantuan untuk keluarga miskin dan dukungan bagi industri penerbangan.

Pasar keuangan terguncang oleh korona yang menyebar cepat yang menyebabkan penyakit pernapasan.

Gubernur Sao Paulo Joao Doria merekomendasikan penutupan pusat perbelanjaan di wilayah metro kota terbesar negara itu, sementara balai kota Sao Paulo juga memerintahkan perusahaan komersial ditutup dari Jumat besok hingga 5 April.

Editor : Nathania Riris Michico