Kotoran Tikus Sebabkan Siswa dari 17 Sekolah Dirawat, 56 di Antaranya Kritis
“Ini terjadi jika urine mengenai talenan atau permukaan meja tempat makanan disiapkan," ujarnya, dikutip dari The Sun, Rabu (3/3/2021).
Efek penyakit dirasakan oleh korban 2 pekan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Seorang siswa, Nikita (9), mengeluhkan perut sakit serta tidak bisa makan dan berjalan. Orangtua siswa, Kristina Shultseva, menyalahkan sekolah atas insiden ini.
"Sekolah tidak mencuci sayuran dengan benar sehingga infeksi menyebar," katanya.
Para siswa yang terinfeksi berasal dari sekolah yang menggunakan pemasok makanan yang sama.
Kantor kejaksaan negara bagian telah membuka penyelidikan atas kasus keracunan tersebut.
"Larangan sementara diberlakukan pada pemasok makanan," kata juru bicara Rospotrebnadzor, Natalya Krasnopeeva.
Editor: Anton Suhartono