Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Kremlin Anggap Rusia dan NATO Sudah Berhadap-hadapan Langsung!

Kamis, 04 April 2024 - 18:27:00 WIB
Kremlin Anggap Rusia dan NATO Sudah Berhadap-hadapan Langsung!
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.idRusia menilai posisinya dan NATO kini sudah berada dalam konfrontasi langsung. Pernyataan itu disampaikan Kremlin (Istana Kepresidenan Rusia) tatkala aliansi militer pimpinan AS itu memperingati ulang tahun yang ke-75 pada Kamis (4/4/2024).

Ekspansi NATO yang berlangsung terus-menerus ke timur Eropa hingga mendesak Rusia, menjadi keprihatinan besar Presiden Vladimir Putin. Karena itulah, dia memutuskan untuk berperang di Ukraina dua tahun lalu, dengan tujuan mencegah NATO semakin mendekat ke perbatasan Rusia. 

Di sisi lain, kebijakan perang Moskow itu justru semakin menyemangati NATO untuk melakukan ekspansinya. Hal itu dibuktikan dengan dengan masuknya Finlandia dan Swedia sebagai anggota baru aliansi itu.

"Faktanya, hubungan (Rusia dan NATO) kini telah merosot ke tingkat konfrontasi langsung,” ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow.

“(NATO) sudah terlibat dalam konflik di sekitar Ukraina (dan) terus bergerak menuju perbatasan kami dan memperluas infrastruktur militernya menuju perbatasan kami," katanya.

Putin telah berulang kali mengatakan, Rusia telah ditipu oleh Barat setelah berakhirnya Perang Dingin pada awal dekade 1990-an lalu. Kala itu, di pihak Blok Timur, Moskow langsung membubarkan aliansi Pakta Warsawa yang dipimpin Uni Soviet. Namun tak demikian di pihak Barat. Mereka tidak pernah membubarkan NATO.

Sebaliknya, aliansi tersebut bukan hanya tetap eksis hingga kini, tapi malah terus bergerak ke arah timur dengan memasukkan mantan anggota Pakta Warsawa dan tiga negara Baltik yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet.

Negara-negara Barat menolak narasi Putin tersebut. Mereka berdalih, NATO adalah aliansi defensif. Bagi Barat, bergabungnya negara-negara baru dengan NATO adalah pilihan demokratis setelah lepasnya mereka dari kekuasaan Komunis selama beberapa dekade.

Dalam kasus konflik Ukraina, NATO juga beralasan, mereka hanya membantu Kiev berjuang untuk bertahan hidup dalam menghadapi agresi Rusia. Karena itu, negara-negara Barat membekali Kiev dengan senjata, pelatihan, dan intelijen canggih.

Rusia mengatakan hal itu pula yang menjadikan NATO secara de facto sebagai pihak yang terlibat dalam konflik Ukraina. Pada bulan lalu, Putin mengingatkan bahwa konflik langsung antara Rusia dan NATO sama artinya membawa bumi ini selangkah lagi menuju Perang Dunia III.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut