Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bak Film Hollywood, Napi Kabur dari Lapas Nusakambangan hingga Bajak Perahu Warga
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Politik, 78 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara Haiti

Rabu, 13 Februari 2019 - 10:06:00 WIB
Krisis Politik, 78 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara Haiti
Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Haiti. (Foto: Hector Retamal/AFP)
Advertisement . Scroll to see content

PORT AU PRINCE, iNews.id - Sebanyak 78 tahanan di sebuah penjara di Haiti melarikan diri pada Selasa (13/2/). Aksi itu dilakukan untuk menentang Presiden Jovenel Moise.

Para saksi mata mengatakan, protes anti-Moise itu terjadi di depan kantor polisi yang berdampingan dengan lembaga pemasyarakatan di Aquin, sebuah kota berpenduduk sekitar 100.000 orang di pantai selatan Semenanjung Tiburon di negara itu.

Mantan koloni Perancis itu berada dalam cengkeraman krisis politik yang semakin meningkat yang menyebabkan warga turun ke jalan-jalan di ibu kota Port-au-Prince dan di tempat lain selama sepekan terakhir untuk menuntut pengunduran diri Moise.

Barikade bermunculan di beberapa daerah di ibu kota dan kota-kota lain. Para pengunjuk rasa menuntut presiden menjawab laporan soal dugaan penggelapan dana pembangunan di negara Karibia yang miskin tersebut.

Kondisi penjara di Haiti dianggap sebagai salah satu yang paling tidak manusiawi di dunia oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia. Tahanan menghadapi kondisi penuh sesak, kebersihan yang buruk, kekurangan makanan, dan kurangnya perawatan kesehatan.

Sistem peradilan juga sangat lambat dan menjadi unsur penyebab terjadinya krisis.

Para demonstran menuntut Moise berhenti karena skandal yang berpusat pada dana Petrocaribe, di mana Venezuela memasok Haiti dan negara-negara Karibia dan Amerika Tengah lainnya dengan minyak harga murah dan dengan persyaratan kredit yang mudah selama bertahun-tahun.

Investigasi menunjukkan bahwa hampir 2 miliar dolar dari program ini disalahgunakan.

Selama kampanye pemilihannya, Moise menjanjikan "makanan di setiap piring dan uang di setiap saku," namun sebagian besar warga Haiti masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dan menghadapi inflasi yang meningkat 15 persen sejak Moise terpilih.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut