Krisis Rohingya, Presiden Jokowi: ASEAN Tak Boleh Tinggal Diam
MANILA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kekerasan terjadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, sat menyampaikan pidatonya di KTT ASEAN yang berlangsung di Philippines International Convention Center Manila, Manila,Senin (13/11/2017).
"Kita semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri. Krisis kemanusiaan ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia,” ucap Jokowi.
Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan, lanjut dia, karena akan menimbulkan permasalahan baru. Jika dibiarkan semakin lama maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.
Untuk mengatasi krisis ini, lanjut Jokowi, harus ada kepercayaan dan rasa solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN.
"Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam," ucapnya.