Kuburan Massal Berisi 87 Mayat Ditemukan, Korban Pembantaian Brutal di Sudan
JENEWA, iNews.id - Kantor HAM PBB mengungkap temuan kuburan massal berisi setidaknya 87 mayat di Darfur Barat, Sudan. Mereka adalah korban pembantaian etnis yang diduga dilakukan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Bentrokan bermotif etnis turut meningkat di Sudan dalam beberapa pekan terakhir. Konflik etnis terjadi seiring berlangsungnya pertempuran antara RSF dengan militer Sudan sejak April lalu.
Saksi dan organisasi HAM mengungkap, RSF menggelar gelombang serangan di El Geneina mengincar etnis Masalit. Bahkan dalam serangan itu, orban dieksekusi dari jarak dekat.
Kantor HAM PBB mengungkap, penduduk setempat dipaksa membuang mayat, termasuk perempuan dan anak-anak, di area terbuka antara 20 sampai 21 Juni.
Serangan Udara Bunuh 22 Orang di Sudan, Begini Reaksi PBB
"Saya mengecam dalam bahasa yang paling keras atas pembunuhan warga sipil dan individu yang tak bisa bertempur, dan saya lebih terkejut, dengan cara penanganan yang tidak berperasaan, tidak menghormati orang meninggal, serta keluarga dan komunitas," kata Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Volker Turk, dalam pernyataan.
Dia menyerukan penyelidikan yang cepat dan menyeluruh atas penemuan kuburan massal tersebut.
Militer Sudan Serukan Pemuda Bergabung untuk Lawan Paramiliter RSF
Sejauh ini belum ada komentar dari RSF.
Pembantaian etnis memicu kekhawatiran akan terulangnya kekejaman di Darfur seperti terjadi pada 2003. Saat itu milisi Janjaweed, yang menjadi cikal bakal RSF, membantu pemerintah menumpas pemberontakan oleh kelompok non-Arab di Darfur, menewaskan sekitar 300.000 orang.
Editor: Anton Suhartono