Kucing yang Nyaris Mati di Tempat Pembuangan Sampah Ini Mendadak Jadi Selebriti
MOSKOW, iNews.id - Kucing di Rusia mendadak jadi selebriti setelah ditemukan nyaris mati di dalam plastik yang terikat di fasilitas pengolahan sampah.
Dia ditemukan Mikhail Tukash, seorang pekerja fasilitas pengolahan sampah di Kota Ulyanovsk, berjarak 700 kilometer sebelah tenggara Moskow, yang curiga dengan sebuah kantong plastik bergerak-gerak.
Saat itu dia bersiap menghancurkan sampah-sampah di fasilitas tersebut menggunakan mesin penggiling.
Rekaman CCTV di fasilitas pengolahan pada Senin (21/2/2020) menunjukkan Tukash mengambil kantong plastik putih dari konveyor lalu mendapati kucing hitam-putih di dalamnya.
Kucing Terjebat di Puncak Tower Musala, Warga Ramai-Ramai Bantu Evakuasi
"Saya merasakan sesuatu yang lembut di dalam plastik itu. Saya buka plastik sedikit dan melihat ada mata yang menatap saya," kata Tukash, yang namanya ikut melambung setelah peristiwa tersebut.
Tabloid lokal Moskovsky Komsomolets melaporkan dia diberi penghargaan oleh otoritas setempat atas penyelamatannya.
5.000 Ekor Anjing, Kucing dan Kelinci Ditemukan Mati di Gudang Logistik China
Dalam waktu sekejap kejadian ini disiarkan televisi dan ramai dibicarakan di media sosial sehingga menjadi viral. Kucing jantan itu pun seketika berubah menjadi selebriti, apalagi setelah menikmati fasilitas mewah di kementerian lingkungan.
Kementerian lingkungan Ulyanovsk mengadopsi kucing itu bahkan diberi jabatan tidak resmi sebagai wakil menteri lingkungan.
"Kucing itu hampir menghadai kematian. Dia bisa berakhir di alat penghancur sampah," demikiam pernyataan kementerian, dikutip dari Reuters, Jumat (25/12/2020).
Gambar dari kementerian menunjukkan kucing yang belum diberi nama itu tidur di kursi putar kantor Menteri Lingkungan Gulnara Rakhmatulina serta menjelajahi rumah barunya.
"Saya meminta kepada pemilik hewan peliharaan, ingatlah bahwa Anda bertanggung jawab atas mereka. Jika tidak bisa merawat hewan peliharaan di rumah, Anda bisa menyerahkannya ke tangan yang tepat atau di tempat penampungan," kata Rakhmatulina.
Kementerian juga menggelar kontes di seluruh Rusia untuk memberi nama kucing tersebut.
Editor: Anton Suhartono