Label Barangnya Hendak Diubah Jadi 'Made in China', Hong Kong: AS Tak Beradab

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 19:51 WIB
Label Barangnya Hendak Diubah Jadi 'Made in China', Hong Kong: AS Tak Beradab

Ilustrasi barang buatan China. (Foto: Ist.)

HONG KONG, iNews.id – Perintah AS untuk mengubah label pada barang-barang yang diproduksi di Hong Kong menjadi “made in China” alias “buatan China” dinilai tidak masuk akal dan tidak beradab. Penilaian itu diutarakan oleh Menteri Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong, Edward Yau.

“(Perintah AS) itu tidak perlu dan agak tidak masuk akal. Mereka (AS) ingin label ‘made in Hong Kong’ menghilang. Ini tidak adil dan agak tidak beradab,” ujar Yau di Hong Kong, Senin (24/8/2020), seperti dilansir Bloomberg.

Pemerintah Amerika Serikat dua pekan lalu mengumumkan perintah untuk mewajibkan barang-barang yang masuk dari Hong Kong diberi label “made in China”. Langkah tersebut menyusul pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional China di Hong Kong.

Pada awalnya, aturan baru itu akan mulai diberlakukan pada 26 September 2020. Akan tetapi, Bea dan Cukai AS pada Jumat (21/8/2020) lalu menyampaikan bahwa pemberlakuan regulasi itu ditunda selama 45 hari lagi hingga menjadi 9 November. Penundaan itu bertujuan agar para importir punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru tersebut.

Pejabat Hong Kong telah menyarankan label alternatif yang potensial seperti “made in Hong Kong, China”. Meskipun hanya sebagian kecil dari ekspor Hong Kong ke AS yang akan terpengaruh, hal itu akan sangat berdampak pada pabrikan lokal yang sebagian besar atau semua bisnis mereka bekerja sama dengan AS.

“Jadi masalah ini tidak dapat diabaikan,” kata Yau.

Editor : Ahmad Islamy Jamil