Laboratorium Wuhan Simpan 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar, Tepis Hasil Rekayasa

Anton Suhartono ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 11:45 WIB
Laboratorium Wuhan Simpan 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar, Tepis Hasil Rekayasa

Laboratorium Institut Virologi Wuhan (Foto: AFP)

WUHAN, iNews.id - Institut virologi Wuhan, China, memiliki tiga jenis virus corona yang berasal dari kelelawar. Meski demikian, tidak ada satu pun yang cocok 100 persen dengan kasus Covid-19 yang kini menjalar ke seluruh dunia.

Para ilmuwan mengira, Covid-19 berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.

Direktur Institut Virologi Wuhan Wang Yanyi, menegaskan lembaganya telah mengisolasi dan memperoleh beberapa virus dari kelelawar serta membantah pernyataan bahwa semuanya hasil rekayasa.

"Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup. Tetapi kesamaan tertinggi mereka dengan SARS-CoV-2 hanya mencapai 79,8 persen," katanya, merujuk pada jenis virus virus corona yang menyebabkan Covid-19, seperti diberitakan kembali AFP, Minggu (24/5/2020).

Salah satu tim riset yang dipimpin Shi Zhengli telah meneliti virus corona pada kelelawar sejak 2004 dan berfokus pada penelusuran terkait sindrom pernapasan akut SARS yang menyerang China dan Hong Kong pada 2002-2003.

"Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas. Jadi, dalam penelitian Profesor Shi yang lalu, mereka tidak memperhatikan bahwa virus itu yang kurang mirip dengan SARS,” kata Wang.

Teori konspirasi bahwa laboratorium Wuhan merupakan sumber malapetaka diampaikan antara lain oleh Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Laboratorium menyatakan telah menerima sampel virus tak teridentifikasi pada 30 Desember. Lalu pada 2 Januari 2020, lab menentukan urutan genom virus dan menyerahkan informasi tentang patogen ke WHO pada 11 Januari.

Wang menegaskan, sebelum menerima sampel pada Desember, tim mereka tidak pernah menemukan, meneliti, atau menyimpan virus.

"Faktanya, seperti orang lain, kita bahkan tidak tahu virus itu ada. Bagaimana itu bisa bocor dari lab kita ketika kita tidak pernah memilikinya,” tuturnya.

Editor : Anton Suhartono