Lagi, Beredar Video Polisi AS Cekik Pria Kulit Hitam Hingga Pingsan

Anton Suhartono ยท Senin, 22 Juni 2020 - 09:54:00 WIB
Lagi, Beredar Video Polisi AS Cekik Pria Kulit Hitam Hingga Pingsan
Polisi New York terekam kamera mencekik leher pria kulit hitam tersangka kejahatan (Foto: Twitter)

NEW YORK, iNews.id - Seorang polisi di Departemen Kepolisian New York, Amerika Serikat, diberhentikan sementara setelah video yang menunjukkan dia mengunci atau mencekik leher pria kulit hitam tersangka kejahatan beredar di media sosial.

Video peristiwa yang terjadi di Rockaway, Queens, tersebut beredar pada Minggu (21/6/2020) sore dan pada malam harinya pelaku dibebastugaskan.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah DPRD New York dan Dewan Kota menyetujui undang-undang yang menekankan bahwa mencekik tersangka kejahatan merupakan pelanggaran pidana.

Direktur eksekutif lembaga bantuan hukum Queens Lori Zeno mengatakan, pria yang dicekik dirawat di rumah sakit Queens sejak Minggu malam, namun kondisinya tak disebutkan.

Komisaris polisi New York Dermot Shea mengatakan jajarannya langsung melakukan penyelidikan terhadap petugas yang terlibat. Pelaku dibebastugaskan dan tak akan menerima gaji selama penyelidikan.

"Kami berkomitmen untuk transparan dengan kelanjutan proses ini,” kata Shea, dikutip dari New York Times, Senin (22/6/2020).

Sebelum mengumumkan pembebastugasan pelaku, kepolisian New York merilis video berdurasi lebih dari 30 menit yang direkam dari kamera tubuh pelaku.

Korban terlibat cekcok dengan polisi serta dua rekannya terkait permasalahan sebelumnya.

Pada Minggu sekitar pukul 08.45 waktu setempat, warga sekitar juga melapor ke polisi tentang seorang pria yang berteriak minta tolong di Rockaway Park.

Video lain yang direkam warga sekitar menunjukkan, tiga petugas menindih pria 35 tahun itu. Lalu seorang petugas yang disebut-sebut bernama David Afanador mencekik korban. Warga di sekitar lalu berteriak bahwa korban kesulitan bernapas.

Korban pingsan setelah kejadian itu. Dia ditangkap atas tuduhan membuat kgegaduhan, menghalangi tugas pemerintah, dan melawan saat penangkapan.

Editor : Anton Suhartono