Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makkah Bakal Gelap Gulita di Tanggal Ini, Ada Gerhana Matahari Total!
Advertisement . Scroll to see content

Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:53:00 WIB
Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Ilustrasi jemaah haji di Makkah (foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

MAKKAH, iNews.id - Fenomena astronomi Rashdul Kiblat kembali terjadi di Makkah pada hari ini, Rabu (15/7/2026). Pada momen tersebut, posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah, sehingga bayangan benda yang terkena sinar Matahari akan mengarah tepat ke Ka'bah.

Fenomena ini menjadi salah satu waktu terbaik bagi umat Islam di berbagai belahan dunia untuk mengecek sekaligus meluruskan arah kiblat secara sederhana tanpa menggunakan alat khusus. Selama cuaca cerah, masyarakat cukup memanfaatkan bayangan benda yang berdiri tegak lurus.

Rashdul Kiblat merupakan peristiwa tahunan yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis Ka'bah. Saat itu, Matahari tampak berada tepat di atas Ka'bah pada waktu kulminasi, sehingga seluruh bayangan benda yang menghadap Matahari akan mengarah ke kiblat.

Di Indonesia, fenomena ini dapat diamati pada pukul 16.27 WIB, atau sekitar pukul 17.27 WITA dan 18.27 WIT, menyesuaikan dengan perbedaan zona waktu. Momen tersebut hanya berlangsung beberapa menit, sehingga masyarakat yang ingin memanfaatkannya perlu mempersiapkan diri sebelumnya.

Cara memanfaatkan Rashdul Kiblat pun cukup mudah. Siapkan sebuah benda yang berdiri tegak lurus, seperti tongkat, tiang, atau benang yang diberi pemberat. Tepat pada waktu Rashdul Kiblat, amati arah bayangan benda tersebut. Garis yang menghubungkan pangkal benda dengan ujung bayangan menunjukkan arah yang berlawanan dengan posisi Matahari dan mengarah tepat ke Ka'bah.

Fenomena ini hanya dapat dimanfaatkan apabila Matahari terlihat dengan jelas. Jika cuaca mendung atau hujan sehingga sinar Matahari tertutup awan, bayangan tidak akan terbentuk secara sempurna dan proses pengecekan arah kiblat menjadi tidak dapat dilakukan.

Rashdul Kiblat berbeda dengan gerhana Matahari. Pada Rashdul Kiblat, Matahari tetap bersinar normal dan hanya posisinya yang tepat berada di atas Ka'bah. Sementara itu, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tertutup sebagian atau seluruhnya.

Fenomena Rashdul Kiblat telah lama dimanfaatkan sebagai metode astronomi untuk memverifikasi arah kiblat karena memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, momen ini kerap dimanfaatkan oleh pengelola masjid, musala, maupun masyarakat untuk memastikan arah kiblat bangunan tetap sesuai dengan posisi Ka'bah.

Bagi masyarakat yang belum sempat memanfaatkan fenomena hari ini, Rashdul Kiblat masih akan kembali terjadi pada Kamis (16/7/2026) pada waktu yang hampir sama. Momen tersebut menjadi kesempatan kedua untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri dengan memanfaatkan bayangan Matahari.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut