PARIS, iNews.id – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memunculkan fakta mengejutkan. Suhu udara di Paris, Prancis, tercatat mencapai 41 derajat Celsius, lebih tinggi dibandingkan suhu di Makkah, Arab Saudi, yang berada di kisaran 40 derajat Celsius.
Kondisi ini menjadi gambaran betapa parahnya gelombang panas yang kini menyelimuti sejumlah negara Eropa. Selain Prancis, Inggris, Spanyol, dan Italia juga menetapkan peringatan cuaca ekstrem akibat suhu yang terus meningkat hingga mendekati rekor tertinggi.
Gegara Cuaca Panas Ekstrem, Paris Larang Warganya Minum Alkohol
Para ahli menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh heat dome atau kubah panas, yakni area bertekanan tinggi yang memerangkap udara panas di atas Eropa Barat. Kondisi tersebut membuat langit tetap cerah, angin sangat lemah, dan sinar matahari terus memanaskan permukaan selama berhari-hari.
Menurut laporan Aljazeera, Situasi semakin diperparah oleh aliran udara panas dari Afrika Utara yang bergerak ke arah Eropa. Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar Inggris, Prancis, hingga Laut Mediterania juga tercatat jauh lebih hangat dari biasanya, sehingga udara tetap panas, bahkan pada malam hari.
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Di wilayah yang paling terdampak, seperti Prancis bagian barat, Inggris, dan Wales, suhu harian rata-rata tercatat lebih dari 12 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020.